Buku Sejarah Dan Kiprah Perjuangan Yayasan Bk3s Jatim Diterbitkan

img_6785Butuh perjuangan panjang untuk menyebarkan sebuah ide, gagasan, informasi serta reputasi yang berprestasi mengenai pentingnya lembaga sosial di Indonesia khususnya di Jawa Timur. Setidaknya pengalaman penyusun, DR. H Tjuk K Sukiadi, SE dan Drs. H. Sutopo Wahyu Utomo, SH. MM. membenarkan hal tersebut.

Untuk mengungkapkan perjalanan selama kurun waktu 40 tahun terakhir, eksistensi dan komitmen Yayasan BK3S diabadikan dalam sebuah buku berjudul “Sejarah dan Kiprah Perjuangan Yayasan BK3S Jawa Timur”.

Sutopo menjelaskan kehadiran buku ini diharapkan bisa memberikan informasi sekaligus berkampanye mengajak masyarakat luas tergugah dan mau ikut berpartisipasi dalam membangun kepedulian terhadap kegiatan-kegiatan sosial.

“Harapannya buku ini dapat memberikan pencerahan, simpati/empati para pembaca untuk bisa ikut dalam misi kemanusiaan yang sudah kami jalankan”, ungkapnya dalam peluncuran buku di Gedung BK3S, Sabtu, 20/8/16.

Kehadiran buku Sejarah dan Kiprah Yayasan BK3S yang disusun selama 4 tahun tersebut juga mewakili suara perjuangan para relawan dari generasi ke generasi dalam mewujudkan kegiatan sosial.

“Semoga perjuangan ini akan tetap dijaga dan diteruskan oleh generasi penerusnya yang memiliki jiwa dan semangat juang yang tinggi”, imbuh Sutopo.

Menjalankan dan mengelola sebuah lembaga sosial secara bersamaan tidaklah mudah. Berjalan dengan 2 ujung tombak dalam satu kemitraan. Yayasan sebagai pengelola aset dan sumber pendanaan yang berbadan hukum, juga menjadi organisasi yang konsen kepada tugas koordinasi serta penyelenggara kesejahtahteraan sosial.

Penulis sekaligus Ketua Umum BKKKS Prov. Jatim Bapak Tjuk menjelaskan, menjadi penyelenggara kegiatan kesejahteraan sosial yang sudah dijalankan selama puluhan tahun bukanlah perkara yang mudah.

Yayasan sebagai pengelola aset, dananya belum cukup menutupi biaya program kegiatan sosial yang direncanakan secara penuh.

“Kami organisasi yang mandiri, pendapatan dari aset yang dikelola yayasan hanya mampu mendanai 30 persen program-program kesejahteraan sosial kami”, jelas Tjuk.

Dikatakannya, untuk menyukseskan kegiatan sosial tersebut dibutuhkan partisipasi donatur yang sangat besar dari mitra kerja dan usaha serta dari para dermawan.

“Selama ini kami tidak bergantung pada pemerintah. Untuk menutupi biaya kegiatan sosial tersebut, kami merangkul para donatur dari kalangan manapun agar bisa saling berbagi”, lanjutnya.

Buku yang berisi akta notaris terkait berdirinya Yayasan BK3S tersebut dicetak sebanyak 750 eksemplar dan dibagikan kepada masyarakat yang selama ini turut membantu kegiatan sosial BK3S.

“Tidak banyak buku yang kami bagikan karena keterbatasan biaya. Kami berharap buku ini bisa menjadi wangsit sekaligus acuan bagi generasi selanjutnya. Apa dan siapa Yayasan BK3S, bisa dibaca dalam buku ini”, terangnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan