Indonesia Yang Muram Mendambakan Kepahlawanan Sosial Pemuda

Kalau kita hanya melihat besaran-besaran ekonomi makro dalam parameter pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto yang bisa mencapai 6 %, menyimak angka inflasi yang konon sudahdibawah 10 % , indeks IHSG yang diatas 3000 dan kurs rupiah yang menguat terhadap dollar Amerika Serikat rasa-rasanya negeri ini sudah dalam keadaan yang lumayan .

Tetapi pada kenyataannya warganegara Indonesia yang setuju dan menyatakanbahwa kondisi ekonomi ini baik baik sajatidak banyak. Khususnya mereka yang berada pada lapisan menengah bawah dan bukan PNS.

DATA TENTANG INDONESIA MASA KINI

UMUM :

  • INDONESIA ADALAH NEGARAPENGIMPOR BERAS
  • INDONESIA ADALAH NEGARA PENGIMPOR GULA
  • INDONESIA ADALAH NEGARA PENGIMPOR TERIGU
  • INDONESIA ADALAH NEGARA PENGIMPOR KEDELAI
  • INDONESIA ADALAH NEGARA PENGIMPOR SUSU
  • INDONESIA ADALAH NEGARA PENGIMPOR BUAH-BUAHAN
  • INDONESIA ADALAH NEGARA PENGIMPOR BAHAN BAKAR (NET IMPORTER COUNTRY)
  • INDONESIA ADALAH NEGARA PENGIMPOR BAHAN TEKSTIL
  • INDONESIA ADALAH PASAR UNTUK PRODUK MANUFAKTURING DAN AUTOMOTIP DUNIA
  • INDONESIA ADALAH NEGARA PENGIMPOR TEKNOLOGI

Penduduk Indonesia yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian dan masih tinggal di pedesaan lebih dari 50%. Sektor pertanian dan pedesaan semakin lama semakin tidak mampu memberi penghidupan kepada warga sehingga pada dewwasa ini diperkirakan ada 3 juta orang Tenaga Kerja Internasional (TKI) yang bekerja di Luar Negeriyang sebagaian besar wanita (TKW). Negara tempat/tujuan mereka bekerja adalah Malaysia, Saudi Arabia, Singapura, Hongkong, Taiwan , Korea Selatan, Jepang dan lain-lain.

Para TKI ini setiapa tahun mengirimkan sebagaian besar pendapatan kepada keluargamereka di Indonesia (remittance)yang jumlahnya diperkirakan mencapai Rp 40 Triliun /setahun.

Namun demikian nasib para ?pahlawan devisa? ini khususnya yang bekerja di Saudi Arabia dan Malaysia sangatlah memprihatinkan.Puluhan ribu kasus berat dan ringan terjadi. Dari penghinaan, kekerasan phisik, tidak dibayar, pelecehan seksual sampaikepada perkosaan dan pembunuhan. Menyikapi maslah ini ternyata pemerintah, termasuk Presiden SBY tidak berdaya dan tidak dapat berbuat apa ?apa; kecuali membuat pernyataan-pernyataan yang sifatnya normatip belaka.

Kondisi bangsa Indonesia yang hancur martabatnya dan ketika diluar negeri harus menjadi buruh migran yang teraniaya dan didholimi oleh majikannya sungguh menimbulkan nestapa. Mereka yang berjasa memberi penghidupan kepada keluarga di tanah nyaris tanpa perlindungan sama sekali dari negara. Hal ini jadi mengingatkan kita kepada ungkapan Bung Karnoyang menggambarkan nasbi bangsa Indonesia pada tahun 1930-an yang kala itu hidup dalam zaman penjajahan. ?SEBUAH BANGSA KULI DAN KULI DARI BANGSA-BANGSA LAIN!?

Toeti Adhitama :

Editor Senior Media Indonesia ini menyoroti dengan tajam bagaiamana penduduk Indonesiabaik dari segi, struktur, pendidikandan konsekuensinya dalam semua aspek kehidupan.

Penduduk Indonesia yang masuk kedalam kategori angkatan kerja adalah 165 juta orang Lebih separuh atau 85 juta orang hanya berpendidikan SD atau lebih rendah, Berpendidikan menengah hanya sekitar 70 juta orangdan Yang berpendidikan tinggi kurang dari 10 juta orang.

  • Artinya secara umum pendidikan konstituen adalah rendah-menengah. Mereka tidak berpikir muluk-muluk dan sebagian besar berada pada posisi sosial ekonomi yang marjinal. Pertanyaan yang harus mereka jawab adalah : ? Besok sampai minggu depanmasih bisa makan atau tidak ??

Partai politik besar dengan uang besar dengan sangat lihai dan piawaimengeksploitasi ?kelemahan ini? dengankombinasi ?POLITIK PENCITRAAN DAN POLITIK UANG?. Sembako , sarung dan uang transport yang hanya berbilang antara Rp 20 ribu sd Rp 50 ribu rupiah sangat efektip.

Revrisond Baswir :

Indonesia sudah masuk kedalam ?jebakan? apa yang disebut sebagai Paradoks Fisher yakni meskipun pemerintah berusaha keras untuk menambah jumlah pengembalian utang luar negeri. (angsuran pokok plus bunga) namun kenyataannya utang pemerintah akan selalu bertambah besar dari sebelumnya!

Contoh utk th 2009

Utang LN awal tahun:86,60Milyar USD

Bayar angsuran pokok plus bunga:5,81-?-

Utang baru:4,92-?-

Selisih transfer: -/- 0,89 -?-

??——————————

Seharusnya posisi pada akhir tahun :85,71Milyar USD

Ternyata posisi utang LN akhir tahun:99,27Milyar USD

Utang LN tersebut ekuivalen dengan: Rp.936 Trilliun

Ditambah dengan utang DN: Rp.979Trilliun

————————-

Beban Utang LN + DN Pemerintah pada akhir tahun : Rp. 1.915 Trilliun

==============

(dikutip dari surat terbuka kepada Menkeu Baru, GATRA No 29 Th XVI, 27 Mei ? 2 Juni 2010)

Sebagai perbandingan data yang dikemukakan oleh Detik Finance 24 Agustus 2010 tercatat bahwa posisi utang LN + DNmengutip Ditjen Pengelolaan Utan Kemenkeu pada akhir 2009 tercatat Rp. 1.561,34 Trilliun( 28 % PDB), pada akhir Juli 2010 sebesar Rp. 1.625,38 T (26 % PDB). Namun demikian untuk proyeksi 2010-2011 nampaknya sinyalemen Revrisond Baswir benar-benar tejadi. Meskipun pemerintah berencana untuk mengurangi jumlah utang ; ternyata jumlah utang Indonesia ditahun 2011 akan meningkat dengan Rp 119 Trilliun dan diproyeksikan jumlah utang tersebut akan berjumlah Rp. 1.807,5 Triliun.

Sebagai tambahan catatan bhwSurat Utang Negara (SUN) yang akan diterbitkan berjumlah nominal Rp. 120 Trilliun; dengan demikian jumlah outstandingSUN tahun 2011 akan sebesar Rp. 1.197,1 Trilliun. Sementara Utang Luar Negeri hanya turun tipis yakni sebesar Rp. 800 Milyar dari Rp 611,2 Tmenjadi 610,4 Trilliun.

Pedsan yang ingin disampaikan oleh Revisond Baswir adalah kalau Indonesia ingin mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat dan tidak semakin tergantung kepada negara lain termasuk badan-badan ekonomi internasional maka negeri ini harus berusaha sekuat tenaga utk mengurangi utang luar negeri drengan cara yang lebih cerdas dan tegas.

BIROKRASI YANG BENGKAK DAN BEBAN APBN

Gaji dan tunjangan PNS th 2011 sebesar Rp 91,2 Trilliun

Anggaran perjalanan dinas PNS th 2011 sebesar Rp. 20,9 Trilliun.

Anggaran Belanja Pegawai keseluruhan untuk th 2011 sebesar Rp. 180,6 Trilliun.

Pada tahun 2015 (menurut perkiraan Bank Dunia) jumlah pensiunan PNS & TNI-Polri akan berjumlah 4,7 juta ? 4,9 juta.

Beban APBN untuk membayar pensiunansetiap tahun akan berkisar sebesar Rp 54 Trilliun dengan trend yang saemakin naik.

Birokrasi Indonesia yang begitu gemuk membuat pelayanan mereka semakin lamban dan tidak produktip ( Teori Parkinson), dan menambah potensi kerawanan akan terjadinya Korupsi dan segala bentuk ?MAKELAR-MAKELARAN!?

Sebagai catatan yang paling gemuk adalah birokrasi tingkat tinggi disekitar Kantor Kepresidenan dan Sekretariat Negara. Pada saat ini ada begitu banyak Badan dan Panitia serta Team yang dibentuk dengan tanggung jawab yang tidak jelas dan memiliki kontribusi rendah terhadap penyelesaian tugas pemerintah.

Dilain pihak karena Birokrasi Pemerintahanmerupakan tempat bekerja yang relatip aman dan nyaman dibandingkan bekerja di sektor swasta dan atau berwiraswasta maka pada tahun-tahun terakhir ini minat generasi muda untuk menjadi PNS semakin ?meledak?. Kenyataan di lapangankomitmen pemerintah yang berusaha untuk menjamin ?Take Home Pay ? minimum sebesar2 juta rupiah bagi pegawai negeri dengan pangkat paling rendah membuat sektor swasta semakin pontang panting untuk bisa mampu mengejar ketertinggalannya. Sebagai contoh UMR tertinggi di Propinsi Jawa Timur yakni Kabupaten Gresik baru sebesar Rp 1.140.000,-/bln.Masih banyak kabupaten yg UMR nya jauh dibawah dari besaran 1 juta rupiah. Hal initak ayal lagi menimbulkanpersaingan yang tidak sehat untuk menjadi PNS sehingga membuat maraknya ?percaloan?yang menjadikan para calon PNS sebagai korban. Tentu saja hal ini telah menambah daftar panjang obyek korupsi di Indonesia.

HASIL PERTAMBANGAN YANG MENURUN

PRODUKSI DAN PENJUALAN PT FREEPORT ANJLOG!

( Detik Finance 23 Agustus 2010)

Produksi emasdalam semester I th 2010 turun dari 1,348 jutaa Ounce menjadi 734.000 Ounceatau anjlog 46,36 %, sedangkan penjualan untuk periode yang sama turun dari 1,332 juta Ounce menjadi 733.000 ounce.

Penjualan tembaga dalam semester I th 2010 turun dari 801 juta Pound (Lbs) menjadi 555 juta Pound (Lbs)

LIFTING MINYAK BUMI BELUM BISA KEMBALI KE TINGKAT 1 JUTA BARREL/HARI.

Untuk diketahui ketika Indonesia masih menjadi anggota aktip OPEC pada dasawarsa 1980-an sampai dasawarsa 1990-an produksi minyak mentah (lifting ) pada waktu itu berkisar diatas 1,5 juta barrel/ hari. Menginjak millinium ke 3 lifting minyak bumi Indonesia(yang sebagaian besar dilakukan oleh kontraktor asing utamanya Chevron) menurun dengan lumayan tajam. Pada tahun 2005 masih tercatat sebesar 1,062 juta barrel/hari yang menurun menjadi 0.976 juta brrel/hari pada tahun 2007. dan anjlog menjadi 0.936 juta barrel/hari pada tahun 2008.

Setelah itu pemerintah berusaha lebih serius untuk mendorong para kontraktor asing untuk lebih giat mencari sumur baru ( kebanyakan offshore)

Konon ketika Menkeunya Sri Mulyani dia sangat konsen mengendalikan apa itu yang dinamakan sebagai ?Recovery Cost? yang diajukan oleh para kontraktor minyak asing . Perusahaan minyak meresa?tertekan? dan kurang bergairah. Setelah kepergian Sri Mulyani dengan diprakarsai Hatta Rajasa dirumuskanlah kebijakan recovery cost yang lebih longgar agar dapat memberi motivasi kepada para kontraktor asing untuk bekerja (berinvestasi) di Indonesia.

Ternyata paket stimulus ini belum berhasil mendongkrak dengan signifikan hasil liftingminyak bumi. Pada tahun 2009 naik sedikit menjadi 0.944 juta barrel/hari ; demikian juga sampai dengan tahun 2010 angka prediksi hanya 0.965 juta barrel/hari. Bahkan Presiden SBY sendiri mengakui bahwa prediksi lifting tahun 2011 tidak terlalu memberi harapan dan pemerintah hanya berani mematok pada tingkat produksi sebesar 0.970 juta barrel/hari. Artinya belum mampu naik kembali ke tingkat 1 juta barrel/hari.

Konsekuensinya penerimaan pemerintah dari minyak bumi hanya akan berkisar pada besaran 35,5 Milyar USD (Rp 340 T) dan jauh lebih rendah dari penerimaan dalam bentuk pajak yang mencapai lebih dari Rp 600 T.

Konsekuensinya pemerintah pasti tidak akan mampu mempertahankan tingkat subsidi BBM kepada rakyat seperti yang berlaku seperti sekarang ini.

RHENALD KASALI DAN BUNGLON

(Korang Digital 21 Oktober 2010)

Menelaah hasil penelitian Dan Pankraz (Australia) dengan membuat pengamatan pribadi kehidupan anak-anak remaja kelas menengah di Jakarta Kasali sependapat dengan Pankraz bahwapara kelas menengah (dan sudah barang tentu yang kelas atas) sudah menjadi satu ?Komunitas Global? sebagai akibat muncul dan berkembangnya pesatnya teknologi digital.

Meskipun yang diamati adalah perilaku kelompok remaja dan mahasiwa, namun Gen C (Generasi C) ini pada hakikatnya tidak dibatasi oleh kohort usia. Cakupannya bisa meliput dari generasi kakek-nenek, ortu dan si remaja (generasi cucu). C disini mengekspresikan : Content, Connected, digital Creative, co-Creation, Customize , Curiosity , Cyborg dan juga Chameleon. Ya Chameleon alias Bunglon. Dengan perkataan lain Rhenald Kasali yang tergolongakademik sukses dan selebritis dan tergolong ?moderat? itu sudah sampai kepada kekhawatiran bahwa ?Gen C dikalangan generasi muda Indonesiaapunya kecenderungan besar untuk jadi GENERASI BUNGLON!?

Fenomena yang membuat kekhawatiran ini didasarkan atas pengamatan dalam kehidupan sehari hari ternyata :

?Mereka cepat berubah mengikuti arus informasi yang mereka terima!?

Mereka tidak menolak kalau kita menganggap mereka sebagai kelompok ?Konsumtip dan Narsis!?

Mereka dengan sangat percaya diri bersuara lantang : ? GUE EMANG NARSIS!?

Mungkin akan ditambah lagi dengan ekspresi : ? BODO AMAT SIH !?

Dalam tulisannya Rhenald Kasali memaparkan kekhawatirannya lebih lanjut sebagai berikut:

?Saya khawatir bila kelak anak-anak saya berperilaku bunglon bak politisi yang tak jujur dan berorientasi pada kekuasaan!?

?Sebagai rakyat ,saya sering dibuat bingung. Mereka mengajak kita membenci pemerintah tetapi besoknya mereka sudah menjadi staf ahli atau staf khusus presiden dan melawan teman-temannya yang dulu ikutmenyerang atasannya (dhi presiden, tambahan penulis) bersama sama?.

?Sikap politik berubah ubah tergantung jabatan yang diberikan!?(ditawarkan oleh penguasa).

PATRIOTISME , SYARAT MUTLAK KEBANGKITAN PEMUDA INDONESIA!

Dari ilustrasi yang telah dipaparkan sebelumnya maka bolehlah kita sampaikepada kesimpulan bahwa kondisi Indonesia dalam seluruh aspek kehidupanyang diluar nampak seakan akan baik-baik saja , ternyata dibawah permukaan sebenarnya yang terjadi adalah kebalikannya. Sangatlah carut marut dan sangat memprihatinkan . Gambaran yang keliru ini adalah merupakan keberhasilan politik pencitraan oleh pemerintah SBY yang didukung oleh sebagian besar media masa yang dimiliki dan atau dikuasai oleh para Kapitalis Komparador.

Tugas pemuda Indonesia khususnya para mahasiswa sangatlah berat karena kondisi rakyat dan bangsa yang jauh dari kondusip untuk diajak untuk berubah kearah yang idiil sesuai dengan pesan mukadimah UUD 45 sebagai manifestasi cita-cita kemerdekaan yang telah digariskan oleh para pendiri bangsa ini.

Elite bangsa yang sudah berpuas diri karena menikmati rezeki ekonomi dari sistemNeo Liberal Kapitalisme yang berkembang dengan subur, golongan menengah yangluluh lantak dalam terpaan gelombang Teknologi Digital dan telah merubah mereka sebagai Generasi C. Sebuah generasiyang tidak punya prinsip (Bunglon) dan hanya sibuk dengan kesenangan dan kepentingan sendiri. Lalu sebagian besar rakyat Indonesia (lebih dari 100 juta orang) yang secara sosial ekonomi dan politik masuk dalam ?kelompok marjinal? yang tidak berdaya dan dengan pasrah ,menyerah dan terkadang bahkan menikmati (biar untuk sesaat) eksploitasi/perkosaan dari merajalelanya ?politik uang? yang dikembangkan secara sadar oleh elite politik Indonesia. Partai politik yang hanya berbeda dalam gebyar warna warni tampilan luar dan atributnya ; namun pada hakikatnya nyaris semuanya tanpa ideologi danvisi perjuangan yang berorientasi kepada kepentingan rakyat/bangsa, negara dan tanah air!

Kondisi buruk ini semakin menjadi parah karena institusi dan aparat penegak hukum yang lemah dan korup across the board! Dari mulai Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan (Hakim) dari yang paling rendah sampai kepada yang paling tinggi! Pada hakikatnya Indonesia telah menjadi ?NEGARA PARA KORUPTOR!? Tidak mengherankan manakala Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) yang semula dibentuk sekedar untuk memenuhi formalitas saja ketika ternyata menunjukkan tanda-tanda ?mampu bereksistensi dan hidup? maka beramai-ramai semua pihak (termasuk DPR dan Pemerintah) berusaha membunuhnya. Suatu lembaga yang sekedar didesain wsebagai ?Macan Kertas? ternyata telah berubah menjadi ? anak macan beneran? dan bila dibiarkan tumbuh menjadi macan yang kuat dan perkasa ; salah-salah akan menerkam dan menelan Sang Tuan sendiri!

Bangsa ini berharap agar korupsi benar-benar akan diberatas sampai tuntas. Oleh karena itu harapan besar diletakkan kepada berfungsinya KPK secara optimal dan maksimal. Namun demikian agar harapan itu bisa terwujud maka peran generasi muda dan pemuda Indonesia menjadi lebih menentukan dan strategis.

Agar pemuda Indonesia mampu bangkit kembali maka disamping nasionalisme diperlukan adanya patriotisme yang menggelora. Patriotisme yang tidak lain adalah kecintaan, dukungan, kerelaan berkorban untuk mempertahankan keutuhan dan kedaulatan bangsa dan tanah air disertai dengan kesetiaan tanpa batas adalah syarat mutlak yang harus ada dalam dada dan sanubari setiap pemuda Indonesia. Manakala persyaratan terpenuhi dan para pemudabekerja keras dan bekerja cerdas sengan tulus ikhlas dan sepenuh hati. Maka dengan rahmat dan ridho Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Mengabulkan: barulah akan terbit harapan kembali untuk bangkitnya bangsa Indonesia yang terhormat dan bermartabat.

UNJUK RASA PEMUDA DAN MAHASISWA DALAM RANGKA MENYIKAPI SATU TAHUN PEMERINTAHAN SBY-BUDIONO!

Tanggal 20 Oktober 2010 kemarin dulu tidak pelak lagi merupakan awal kebangkitan kembali pemuda dan mahasiswa Indonesia yang terpanggil untuk memperjuangkan kepentingan rakyat/bangsa, negara dan tanah air.

Ketika semua kekuatan politik membisu dan elite politik sibuk berbagi rejeki korupsi maka tidak ada pilihan dan harapan lain kecuali kepadapara pemuda dan mahasiswa. Unjuk rasa serentakhampir diseluruh kota besar dan kota penting di Indonesia yang dilakukan oleh generasi muda bangsa ini merupakan bukti bahwa mereka masih sangat peka atas panggilan tugassejarah bangsanya; sungguh sangat membanggakan. Mereka menyatakan ketidak puasan terhadap kinerja pemerintahan SBY-Budiono yang sudah genap satu tahun. Tututan mereka secara garis besarnya adalah :

  • PENEGAKAN SUPREMASI HUKUM DAN TINDAKAN TEGAS TERHADAP KORUPSI ?KOLUSI DAN NEPOTISME (KKN),
  • PENGUSUTAN TUNTAS KASUS BANK CENTURY,
  • PENEGAKKAN KEDAULATAN DI MATA INTERNASIONAL,
  • PENEGAKAN HAM DAN PENUNTASAN KASUS PELANGGARAN HAM,
  • PENGENTASAN RAKYAT MISKIN DAN PENGURANGAN PENGANGGURAN,
  • PENINGKATAN DAN PEMERATAAN KESEJAHTERAAN RAKYAT.

Kiranya tuntutan para mahasisiwa dan pemuda Indonesia terhadap pemerintahan SBY-Budiono adalah wajar dan sepenuhnya dilandasi oleh keterpanggilan mereka sebagai Nasionalis Patriot Bangsa yang dilandasi oleh jiwa yang suci dan jauh dari kepentingan pribadi dan atau golongan.

KERELAWANAN DAN KEPEDULIAN SOSIAL ADALAH UKURAN DAN TOLOK UKUR KARAKTER DAN CIRI KEPAHLAWAN DI MASA KINI.

Hampir semua negara di dunia baik yang masih sedang berkembang maupun yang sudah maju senantiasa berusaha mencapai pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun dan disepanjang waktu. Namun demikian seiring dengan adanya pertumbuhan ekonomi biasanya justru terjadilah kesenjangan sosial dan ekonomi yang juga semakin melebar.Seperti yang dipaparkan oleh James Midgley danAmy Conley dalam bukudengan judul ? SOCIAL WORK AND SOCIAL DEVELOPMENT? yang mereka sunting (OXFORD UNIVERSITY PRESS 2010)hal xiv :

Although the government of these countries adopted economic policies designed to promote rapid growth and modernize their economies, it was recognized that the problem of mass poverty and deprivation were not being solved through economic growth alone. Despite recording respectable rate of growth, poverty remained a huge problem.Criticism of conventional economic development policies resulted in advocacy of an alternative people-centered developmental strategy known as social development (or sometimes as human development ).Social development advocates insist that economic development policies be combined with social interventions and the goals of economic developmentand social well-being be given equalemphasis within the development process. ?.

Kesenjangan sosial ekonomi ini ternyata akan semakin melebar manakala perekonomian suatu negara lebih bertumpu dan berorientasi kepada mekanisme pasar (Liberal Capitalist Economy). Negara-negara yang mengalami masalah dan berada dalam kondisi semacam ini menyadari terjadinya ketidak merataan ini dan secara sadarberusaha untuk mempersempitnya dengan program program pemerintah yang dibiayaidari APBN dan atau APBD untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga masyarakat yang tertinggal. Jika Negara-negara majusaja masih menghadapi masalah kemiskinan dan ketrtinggalan maka keadaan yang dialami oleh Negara-negara berkembangtentulah sebagian besar jauh lebih buruk. Seperti kita ketahui anggaran pemerintah yang mampu disediakan oleh Negara yang sedang berkembang sangatlah terbatas jumlahnya. Chinayang mampu meraih pertumbuhan ekonomi dengan angka ?double digits? selama lebih dari 30 tahun saja; sekarang ini justru menghadapi masalah ini. Kesenjangan sosial ekonomi yang semakin melebar antara penduduk kota-kota besar dan sentra-sentra pengembangan industri dengan daerah pedalaman . Hal yang lebih buruk tentu dialami oleh negara seperti Rusia, India dan Indonesia yang secara umum dapat digolongkan sebagai negara yang lebih Liberal dalam menata laksanakan perekonomian mereka. Belum lagi kalau memperhatikan kondisi lemahnya penegakkanhukum dan peraturan seperti yang terjadidi Rusia dan Indonesia. Bahkan Rusia disebut sebut sebagai ?NEGARA MAFIA!?

Dengan anggaran program pemerataan yang terbatas dan angka korupsi yang tinggi dapat dipastikan bahwa program pemerintah semacam ini sangat rendah derajat keefektipannya. Dalam pada itu satu-satunya harapan adalah dari partisipasi dan kerelawan anggota masyarakat lain yang kondisinya relatip lebih baik dibandingkan mereka yang sangat terpuruk dan tertinggal.

Jika pada tahun 1945 para pemuda dan mahasiswa menjadi pelopor dan pelaku utamayang menggelorakan revolusi danmenciptakan kondisi yang melahirkan Proklamasi Kemerdekaan serta mengorganisasikan Perlawanan Rakyat Surabaya melawan tentara sekutu ( yang membantu/diboncengi dan melindungi Belanda untuk kembali menjajah Indonesia), maka pada zaman kemerdekaan yang sudah lebih 65 tahun ini peran mereka tentu berbeda meskipun jiwa dan semangatnya haruslah tetap sama.

Tentara Sekutu yang terdiri dari Tentara Inggris,India dan Gurkha bukan lagi ancaman kelangsungan dan keutuhan NKRI di masa kini. Ancaman keruntuhan negeri ini adalah melebarnya jurang kesenjangan sosial ekonomi antar warga, antar golongan, antar suku , antar pulau dan antar agama. Kondisi ini diperparah lagi karena pemerintah dan para pemimpin formal dan informal baik pada tingkatdaerah maupun pusat tidak lagi mempunyai wibawa karena telah gagal menjadi panutan yang baik dari seluruh warga bangsa. Tugas luhur para pemuda dan mahasiwa Indonesia adalah menjaga dan melestarikan NKRI dengan mengisi kemerdekaan dengan semua harapan luhur para pendiri bangsa dalam dimensi kekinian. Untuk itu mereka harus sadardan segera berusaha keras ? MEMAHAMI, MENGHAYATI DAN MENGAMALKAN NILAI-NILAIKEPEDULIAN SOSIAL DAN KERELAWANAN SOSIAL DENGAN KONSISTEN DAN KONSEKUEN!

Kepahlawanan senantiasa diukur dengan kesediaan dan keberanianberkorban untuk sesuatu yang dicintai. Kepentingan masyarakat,rakyat danbangsadiletakkan pada tataran yang paling tinggi dalam perjuangan kehidupan . Itulah harapan yang didambakan terhadap pemuda dan mahasiswa Indonesia masa kini. Insyaallah!

Padamu Negri Kami Berjanji, Padamu Negri Kami Berbakti, Padamu Negri Kami Mengabdi . . . Bagimu Negri Jiwa Raga Kami (Oleh : H Tjuk K Sukiadi)

Foto : http://agungjelantik.files.wordpress.com/2010/09/indonesia-menangis.jpg

Tag:

3 Respon

  1. author

    Muhartati9 tahun ago

    Subhanalloh…kita itdak boleh putus asa dalam mmemperjuangkan bangsa ini….berbagai upaya harus tetap kt lakukan,anak2 kita hrs tetap kt bekali semangat kecintaan terhadp Tanah Air ini…jiwa patriotisme hrs sjk dini kt tnmkan,agar mrk kuat dan tdk gmpang tergoyahkan dg hny iming2 uang dan kekuasaan.

    Balas
  2. author

    Nandurwit.com1 tahun ago

    Sangat informatif dan bermanfaat bagi kami

    Balas
  3. author

    Nandurwit.com1 tahun ago

    Inspiratif

    Balas

Tinggalkan Balasan