Kunjungan Kelembagaan Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial Fisip – Universitas Muhammadiyah Malang Ke BKKKS Prov. JATIM

UMM1Untuk mengetahui penjelasan tentang kedudukan, peran, dan fungsi sebuah lembaga, organisasi sosial maupun suatu badan sosial yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial, sebanyak 100 Mahasiswa dan 8 Dosen FISIP Universitas Muhammdiyah Malang (UMM) berkunjung ke BK3SJatim, Senin (28/4/2014).

Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Prov. Jawa Timur dalam pelaksanaan kesejahteraan sosial di Jawa Timur menjadi tujuan kunjungan. Kedatangan mahasiswa dan dosen tersebut disambut hangat oleh jajaran pengurus Yayasan BK3S dan pengurus BK3S, karyawan serta relawan sosial BK3S. “Kunjungan kelembagaan ini merupakan kegiatan akademik bagi mahasiswa dan dosen Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial, FISIP – UMM di tahun 2014, dan kami tahu bahwa BK3S sebagai bagian dari industri dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial”, ungkap Ka. Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial Drs. Oman Sukmana, M.Si.

Oman menambahkan bahwa kemajuan sektor perindustrian di negara ini semakin berkembang tinggi, perkembangan itu diikuti dengan dukungan, peranan, serta upaya dalam pencapaian kesejahteraan sosial, dan BK3S merupakan bagian dari industri dalam upaya tersebut. “Kiranya kami bisa diberikan gambaran tentang kedudukan, peran dan fungsi yang diemban dan dilakukan oleh BK3S sekaligus memberikan motivasi serta dorongan kepada mahasiswa agar semangat sebagai calon dalam mengatasi berbagai masalah sosial dimasa depan “, lanjut Oman.

Kesejahteraan sosial merupakan sebuah kondisi yang sepatutnya diwujudkan bagi seluruh warga negara didalam memenuhi kebutuhan hidupnya.Tujuannya tak lain agar dapat hidup layak serta mampu mengembangkan diri untuk menjalankan peran dan fungsi sosialnya.

Ketua BK3S Dr. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE mengatakan, negara yang semakin maju tidak akan menyingkir dari permasalahan – permasalahan yang dihadapi bangsanya termasuk masalah kesejahteraan sosial.

Dalam menangani masalah tersebut dibutuhkan upaya terarah, terpadu, dan berkelanjutan. Karena kemampuan yang dimiliki oleh pemerintah masih terbatas, maka perlu adanya dukungan dari sumber daya manusia, peran masyarakat, lembaga, badan atau orsos, serta dukungan pendanaan.

“BK3S hadir sejak 38 tahun yang lalu, berperan untuk mewujudkan masyarakat yang peduli dan aktif dalam pembangunan serta peningkatan kualitas SDM sebagai upaya tercapainya kesejahteraan sosial khusunya di Jawa Timur”, ujar Pak Tjuk sapaan akrabnya.

Pak Tjuk menambahkan, selain menjadi pusat data dan penyebaran informasi usaha kesejahteraan sosial, dalam perkembangannya, BK3S melakukan perubahan dengan mengembangkan model Korporasi Kewiraswastaan Sosial (Social Entrepreneurship). Perubahan itu membawa dampak positif dalam mengedepankan masyarakat yang mandiri dan tidak bergantung dengan pemerintah untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan sosial.

Dari model tersebut, BK3S bisa menjalankan manajemen organisasi dengan mengelola aset yang dimiliki untuk visi dan misi kemanusiaan, kegiatan, serta program – program kesejahteraan sosial. “Sesuatu dengan niatan yang baik harus diorganisasi dengan baik serta diikiuti oleh pemikiran yang jauh kedepan. Kalau kita ingin membangun negeri ini dan berupaya mencapai kesejahteraan sosial yang merata harus punya long range planning dan dilakukan dengan amanah dan istikomah “, pesan Pak Tjuk kepada Mahasisa UMM.

Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) merupakan lembaga sosial koordinatif yang didirikan di seluruh Indonesia pada level Provinsi. Di Jawa Timur khususnya di Surabaya terdapat 2 organisasi sosial, yaitu Yayasan Kerjasama Kegiatan Kesejahteraan Sosial dan BK3S yang merupakan satu kesatuan, berdiri tahun 1976. Tugas Yayasan adalah mengelolah aset yang ada sebaik – baiknya, se-efektif dan se – efisien mungkin. Surplus dari pengelolahan aset tersebut digunakan untuk membantu BK3S dalam membiayai kegiatan kesejahteraan sosial yang dilakasanakan secara periodik dari tahun ke tahun.

Skala dalam kegiatan tersebut disertai dengan meluasnya jejaring, hal ini tentunya dibutuhkan kegiatan dengan skala yang lebih besar, variasi yang lebih banyak dan tentu biaya yang lebihbesar. Oleh karena itu, disamping dana yang didapatkan dari surplus pengelolaan aset oleh Yayasan, maka BK3S mengundang partisipasi masyarakat luas dalam bentuk apapun seperti donasi, ide dan pemikiran, tenaga relawan, sponsorship, baik dari perusahaan bumn, swasta, maupun perorangan untuk bisa ikut berperan serta ikut membiayai kegiatan sosial yang sehari – hari secara volume dan kualitasnya semakin besar dan semakin baik.

Beberapa partisipan yang sudah ikut serta dalam penyelenggaraan kegiatan kesejahteraan sosial BK3S di Jawa Timur adalah BPR Syariah dimana saat ini BK3S menjadi bagian dari pemegang saham BPR Syariah – BaktiMakmur Indah JawaTimur. Selain itu ada juga maskapai penerbangan Garuda Indonesia, Hotel Shangri – La, Bank Jatim Syariah, Telkomsel. Jugaada media elektronik maupun cetak. Serta masyarakat peduli kesejahteraan sosial, relawan sosial, pelajar dan mahasiswa, dsb.

Dalam pencapaiannya maka diperlukan perhatian kita, uluran tangan kita, keikhlasan kita untuk berjuang mengorbankan sebagian dari kepentingan diri kita untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung dibanding kita. Untuk mereka yang menyandang dissabilitas, dan mereka yang memiliki kekurangan diberbagai hal yang menyangkut sosial ekonomi untuk kita ajak bersama sehingga kesenjangan sosial akan semakin berkurang.

Karenanya, BK3S sebagai lembaga yang memiliki kedudukan, peran, dan fungsi dalam pelaksanaan kesejahteraan sosial di JawaTimur menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk memperhatikan masalah – masalah penyandang kesejahteraan sosial demi terwujudnya kehidupan bangsa yaitu makmur yang berkeadilan dan adil yang berkemakmuran. (bn)

Tinggalkan Balasan