Suasana pagi yang cerah pada Sabtu, 18 April 2026, diwarnai semangat para lansia dalam mengikuti kegiatan senam rutin yang diselenggarakan oleh BKKKS Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30 hingga 08.30 WIB ini tidak hanya menjadi ajang menjaga kebugaran, tetapi juga menghadirkan kisah inspiratif dari salah satu peserta, yakni Bu Sudermi, seorang penjual sayur keliling.
Di antara puluhan peserta yang hadir, sosok Bu Sudermi tampak mencuri perhatian. Dengan gerobak dorong berisi dagangan sayur, ia tetap mengikuti setiap gerakan senam dengan penuh semangat. Rutinitasnya sebagai pedagang tidak menghalanginya untuk tetap aktif menjaga kesehatan. Justru, ia memadukan keduanya, berolahraga sambil tetap berikhtiar mencari rezeki.
Bu Sudermi dikenal sebagai penjual sayur keliling yang setiap hari menyusuri lingkungan warga dengan gerobaknya. Namun pada pagi itu, ia memilih berhenti sejenak untuk bergabung bersama komunitas senam lansia. Baginya, menjaga kebugaran tubuh sama pentingnya dengan mencari nafkah. “Kalau badan sehat, jualan juga jadi lebih kuat,” kira-kira prinsip sederhana yang tercermin dari semangatnya.
Kehadiran Bu Sudermi memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Ia tidak hanya menjadi peserta senam, tetapi juga membawa peluang rezeki. Setelah sesi senam selesai, para peserta dengan antusias mendatangi gerobaknya. Berbagai dagangan seperti pisang, sayur terong, dan kerupuk pun laris dibeli oleh sesama peserta. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dapat membuka jalan rezeki sekaligus mempererat hubungan sosial.
Kegiatan senam lansia yang rutin dilaksanakan ini memang dirancang tidak hanya untuk menjaga kesehatan fisik, tetapi juga membangun kebersamaan dan solidaritas antar anggota. Interaksi hangat yang terjalin usai senam, seperti yang terjadi pada Bu Sudermi, menjadi bagian penting dari tujuan kegiatan ini.
Lebih dari sekadar aktivitas olahraga, kisah Bu Sudermi mencerminkan semangat ketangguhan seorang perempuan di usia senja. Ia menjadi gambaran nyata sosok “Kartini masa kini” yang tidak menyerah pada keadaan. Di tengah keterbatasan, ia tetap produktif, mandiri, dan berdaya.
Keputusannya untuk tetap berdagang sambil aktif mengikuti kegiatan komunitas menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus bergerak dan berkembang. Justru, dengan bergabung dalam komunitas senam lansia, Bu Sudermi mendapatkan manfaat ganda, kesehatan tubuh terjaga dan jaringan sosial semakin luas.
Kisah inspiratif ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat luas, khususnya para lansia, untuk tetap aktif dan produktif. Menjaga kesehatan melalui olahraga ringan seperti senam, sekaligus membuka peluang ekonomi, adalah langkah sederhana namun berdampak besar bagi kualitas hidup.
Melalui kegiatan yang digelar oleh BKKKS Jawa Timur ini, semangat hidup sehat dan kebersamaan terus ditanamkan. Dari sosok sederhana seperti Bu Sudermi, terselip pesan kuat bahwa ketekunan, semangat dan keceriaan dapat berjalan beriringan, bahkan di tengah aktivitas sehari-hari yang penuh perjuangan. (redaksi)


