BK3S || BK3S JATIM || BKKKS || BKKKS JATIM || SOSIAL
Berita Kronik

Pelatihan Tata Boga Bagi Guru & Siswa SLB

Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Provinsi Jawa Timur sebagai organisasi sosial tingkat Provinsi dengan tugas dan fungsi konseling, koordinasi, supporting telah melakukan banyak kegiatan dalam melaksanakan tugas dan fungsi tersebut, hal itu terbukti dari diadakannya kembali “Pelatihan Pembekalan Vokasional Sebagai Upaya Mewujudkan Kemandirian Bagi Disabilitas” dengan bentuk kegiatan pelatihan tata boga.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh BKKKS Provinsi Jawa Timur, Yayasan BK3S Jawa Timur, FKKADK Provinsi Jawa Timur dan IRSI Provinsi Jawa Timur tersebut berlangsung di ruang outdoor Yayasan BK3S Jawa Timur pada tanggal 15 Januari 2012 dengan materi pelatihan memasak roti kukus, stic organic dan krupuk amplang dengan peserta guru dan murid SLB di Surabaya kurang lebih 30 orang.

Trainer tata boga dalam kegiatan tersebut Ibu Prapti yang juga merupakan PSM dari Kabupaten Gresik dan juga tergabung dalam Kelompok Kerja Disabilitas BKKKS Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa salah satu fungsi mengikuti kegiatan ini adalah “Bila SLB mempunyai acara tidak usah repot-repot membeli diluar, cukup guru dan murid-muridnya membuat sendiri di sekolah”.

Para guru dan murid dari SLB begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut, hal ini ditunjukkan dengan keaktifan para murid-murid dalam membantu memasak kue-kue tersebut, ada yang membantu mengoreng, ada yang membuat adonan dan ada yang mengambil kue yang sudah matang.

Ketua Umum BKKKS Provinsi Jawa Timur Bapak DR. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE dalam arahannya menyampaikan “Program kegiatan ini setiap tahun telah dilakukan, hal ini bertujuan untuk memberikan pembekalan bagi anak disabilitas agar mempunyai keterampilan sesuai kemampuan potensi diri dengan melalui perantara guru-guru yang ada di sekolah masing-masing, oleh karena itu itu pendamping atau guru dengan mengikuti pelatihan diharapkan dapat menularkan kepada murid-muridnya serta bisa menghasilkan pendapatan dari pelatihan tadi apabila dipraktikan dan di jual, selain itu para guru juga ditumbuhkembangkan rasa dan minat untuk berwirausaha, dengan demikian diharapkan nantinya setelah mereka diikutkan kegiatan ini, mereka dapat membuka usahanya sendiri atau bahkan secara berkelompok, sehingga kehidupannya tidak lagi bergantung atau menjadi beban keluarganya dan akan menjadi mandiri dan lebih percaya diri”.

Related posts

PERINGATAN HARI LANJUT USIA NASIONAL (HALUNAS) TAHUN 2013

admin01

REKREASI BERSAMA LANSIA YANG MENYENANGKAN

bk3s

PEMIMPIN DAN TANGGUNG JAWABNYA

bk3s