BK3S || BK3S JATIM || BKKKS || BKKKS JATIM || SOSIAL
Berita Sorotan

KOK DI INDONESIA BANYAK PENYUAP ?

Hadirin sekalian, saya perkenalkan diri saya B si raja penyuap. Pelajaran “suap” saya terima sejak saya masih berumur kurang dari lima tahun. Ibu dan Bapak saya jika mau pergi selalu berpesan “di rumah jangan nakal ya, nanti kalau Ibu dan bapak pulang, dibelikan mobil-mbilan yang bagus”.

KOK DI INDONESIA BANYAK PENYUAP ?

PERANG KARAKTER

Dunia ini panggung sandiwara, perannya mudah berubah. Demikian kata Achmad Albar. Kini di abad informasi dan keterbukaan informasi serta teknologi informasi yang canggih ini, dapat kita saksikan melalui media massa berbagai sandiwara, dengan pemegang peran atau bintang-bintang yang hebat-hebat. Tetapi tema ceritanya masih tetap, yaitu membela kepentingan rakyat. Mengapa para bintang itu menjadi begitu hebat? Ini tidak lepas dari latar belakang sosialisasi dini pada awal-awal mereka menginjak bumi. Kata para ahli psikologi perkembangan anak massa bawah lima tahun adalah massa yang sangat penting bagi kehidupan anak di masa depan. Sebab pada massa inilah dasar-dasar kepribadian anak dibentuk. Tahap berikutnya merupakan tahap peningkatan dari potens-potensi diri yang telah mereka kembangkan sebelumnya. Dengan demikian karakter juga akan terbangun sejak anak masih kecil.

Di bawah ini penuturan masa lalu para tokoh sandiwara yang tidak jelas judulnya, tetapi jelas panggungnya, yaitu sistem tata kehidupan dan penghidupan.

1. A si Pembohong

Soal bohong saya jagonya, karena sejak kecil saya sudah diajari berbohong oleh ibu, bapak, dan saudara-saudara saya. Hai A nanti kalau ada tamu mencari bapak kamu bilang kalau bapak tidak ada di rumah. Baik bapak jawab A. Suatu hari datanglah tamu. Nak apa bapak ada? Tidak ada. Tetapi sebenarnya bapak ada, tetapi tadi berpesan kalau ada tamu menyuruh saya menjawab tidak ada. Bagus anak baik. Ini saya beri permen, tetapi jangan bilang bapak kalau saya memberi kamu permen. Terima kasih.

2. B si Penyuap

Hadirin sekalian, saya perkenalkan diri saya B si raja penyuap. Pelajaran ?suap? saya terima sejak saya masih berumur kurang dari lima tahun. Ibu dan Bapak saya jika mau pergi selalu berpesan ?di rumah jangan nakal ya, nanti kalau Ibu dan bapak pulang, dibelikan mobil-mbilan yang bagus?. Pesan lainnya seperti ini. Kalau kamu dapat menghabiskan kue-kue ini dengan baik, besok ibu belikan lagi. Akhirnya saya menyadari bahwa hal ini dapat saya gunakan sebagai senjata untuk menghadapi ayah dan ibu agar selalu menyediakan materi penyuapan.

3. C si Pemeras

Saya anak bungsi dari X bersaudara. Saudara-saudara saya sering mengancam saya. Awas ya kamu nanti kalau tidak mau memberikan permen coklatmu itu, nanti saya pukul lagi seperti kemarin. Atau awas nanti kamu tidak saya antarkan ke sekolah kalau tidak kamu berikan permen coklatmu itu. Kakak saya yang lain suka bilang begini ?C? jangan bilang Ibu/Bapak kalau kakak hari tidak masuk sekolah. Awas kalau kamu bilang nanti uang sangumu nanti tak rampas. Situasi yang dialami C ini sebenarnya lebih kompleks, karena terdapat pemerasan, ancaman dan penyiksaan.

4. D si Kejam dan Perusak

Ketika masih anak-anak saya sering melihat ayah dan ibu saya bertengkar. Sering saya lihat ayah menampar ibu dan membanting-banting dan melempar benda-benda yang ada. Ibu berteriak-teriak kesakitan, tetapi ayah tidak peduli. Soal kekejaman aku belajar dari ayahku yang sangat galak. Kini aku sudah dewasa. Pengalaman masa kanak-kanakku memberi pengaruh pada isi mental saya. Kejam dan perusak. Itulah ciri-ciri pribadi saya. Saya siap diajak demo anarhis, serta siap jadi penyiksa seperti kasus Makam Mbak Priok. Aku juga bangga dapat mewarisi karakter ayahku.

5. E si Tidak Konsekuen

Ayah dan ibuku banyak sekali memberi larangan. Jangan ini, jangan itu, pokonya tidak ada hari tanpa larangan. Ayah bilang, anak kecil jangan merokok, tetapi dia sendiri merokok. Mereka bilang ayo solat dulu adzan ssudah dikumandangkan, ternyata mereka tidak solat. Ayo jangan nonton televisi terus-terusan, nanti jadi bodoh kamu. Ternyata televisinya ditonton sendiri.
Orang tua sering lupa atau belum tahun bahwa cara berpikir anak-anak adalah absolut. Menurut pandangannya sebuah larangan itu berlaku umum. Tidak ada bedanya antara orang tua san anak-anak, karena mereka belum mampu membedakan.

6. F si Liberalis

Tokoh-tokoh di atas tidak ada apa-apanya buat saya. Keterlantaran, kekejaman, pemerasan, berbohong dan dibohongi adalah warna kehidupan saya sehari-hari. Tahukah anda siapa saya? Saya adalah anak-anak yang kurang perhatian, kurang pendidikan, kurang terurus, pokoknya segala kurang itu saya alami. Sebagian teman-teman saya adalah anak jalanan tulen, yaitu lahir dan besar di jalan. Tidak ada aturan di sana. Pokoknya semua kemauan kita terlaksana, kecuali yang terkait dengan jadi anak saleh, dan terpelajar. Ini jauh dari isi mental saya karena dunia saya tidak ada yang peduli. Saya bilang karakter seperti ini hak asasi saya. Kamu melanggar hak asasi kalau membatasi dan melarang saya.

7. G si Pelempar Kesalahan

Kalau aku ingat-ingat aku tertawa sendiri. Ketika masa kecil, aku belajar berjalan dan lari. Aku terpeleset jatuh dan menangis. Lalu ibuku mengusap-usap lutut saya yang terasa panas sambil berkata, ooo lantainya nakal ya, biar sini saya pukul lantainya. Pada lain hari saya tersandung kaki meja. Kembali ibu saya berkata hal seperti di atas, nakal ya mejanya, hiih tak pukul kamu.

8. H si Bijaksana

Ayah dan ibuku sangat bijaksana. Dia sangat sayang kepadaku, bukan karena aku pandai, sopan dll, tetapi karena aku adalah aku dengan segala kelebihan dan kekuranganku. Aku diajari mengenal dan menghargai perbedaan, menghargai kemajukan, menghargai martabat manusia siapun orangnya. Kalau aku melakukan kesalahan aku diberi hukuman yang sepadan dengan kesalahanku, dan aku juga diberitahu tahu tentang bagaimana yang benar. Aku juga diajari untuk suka menolong orang lain. Kini aku dewasa orangtuaku adalah idolaku. Semua kebaikannya terpaku dalam sanubariku.

Itulah kisah singkat latar belakang delapan jagoan kita di atas. Sebenarnya masih dapat diperpanjang lagi daftar jagoannya. Kini mereka telah dewasa sebagian malah sudah termasuk menjelang lansia atau sudah lansia. Mereka menyebar dan memainkan peran sesuai dengan kompetensinya. Ada yang beperan di eksekutif, legislatif dan yudikatif. Ada pula yang tidak mempunyai panggung formal. Panggung informal itu lebih luas lagi. Sandiwara jalan terus. Semua tokoh membawa karakternya masing-masing yang telah sejak kecil dipelajari atau diajarkan baik secara formal maupun informal. Ada cerita tentang markus, Bank Century, BLBI yang mencapai ratusan triliuan rupiah raib tetapi tidak laku dipasarkan, dll. TV One dan Metro adalah TV hebat karena dapat mempertemukan orang-orang dengan berbagai karakter yang berbeda tetapi dengan tujuan sama yaitu memajukan kesejahteraan umum. Walaupun hasilnya pejuangnya yang sejahtera lebih dulu. Sebaliknya masih ada puluhan juta orang yang belum pernah merasa sejahtera sepanjang hidupnya sampai dia harus kembali menemui sang Kholik. Terlahir sebagai penduduk miskin dan sampai mati tetap miskin.

Kata orang saleh yang bijaksana dari Jawa, ?jaman edan sing ora edan ora keduman (jaman gila, yang tidak gila tidak kebagian). Akan tetapi seberapa pun besarnya keberuntungan orang gila masih beruntung orang yang selalu mengingat Allah dan waspada?. Hal ini sudah terbukti amatilah acara-acara televisi, peran kegila-gilaan adalah paling digemari. Artinya rezeki saat ini sedang mengalir ke arah mereka yang berkarakter kegila-gilaan. Yang tidak ikut gila-gilaan, ya sedikit rezekinya. Kita tinggal memilih dan menentukan langkah mau bahagia didunia saja atau dunia dan akhirat. Pilih peran dan karakter yang sesuai dengan anda. Jika tidak ada rubahlah karakter dan cari peran baru.

Peran yang kocak bikin kita terbahak-bahak
Peran bercinta bikin orang mabuk kepayang
Peran di dunia politik
Mengapa kita bersandiwara …..

Penulis :

OLEH : SUTOPO WAHYU UTOMO
Pekerja Sosial, Sekum BKKKS Jatim

Related posts

LANSIA BANGKINGAN MASIH DONGKEL TANAH

bk3s

Buku Sejarah Dan Kiprah Perjuangan Yayasan Bk3s Jatim Diterbitkan

admin01

MEREKA YANG KELEWAT CERDAS

bk3s