BK3S || BK3S JATIM || BKKKS || BKKKS JATIM || SOSIAL
Berita

SARASEHAN PENANAMAN NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN

Allahu Akbar…!Allahu Akbar..!Allahu Akbar…!Merdeka…!Merdeka…!Merdeka….! Suara Bung Tomo menggelegar, Bung Tomo adalah ikon pertempuran heroik Surabaya. Kemampuan orasinya yang luar biasa mampu membakar semangat juang segenap rakyat Surabaya dalam menghadapi pasukan yang sangat terlatih dan diperlengkapi dengan perlengkapan perang yang sangat modern untuk masanya.

Bung Tomo adalah seorang nasionalis tulen. Berulangkali dalam orasinya yang mengelegar dia menyebut ?pemuda-pemuda Indonesia di Surabaya? atau ?bangsa Indonesia di Surabaya?. Selain itu, Bung Tomo juga seorang yang sangat sportif. Meski masyarakat Surabaya mendapat ultimatum dan provokasi dari Inggris, dia memperingatkan ?djangan moelai menembak, baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu?

Pidato Bung Tomo adalah saat yang sangat dinantikan oleh rakyat Surabaya. Sesaat sebelum Bung Tomo mulai orasinya di radio, Surabaya bagaikan kota mati, sepi. Rakyat berkumpul ditempat-tempat yang bisa menangkap siaran pidato Bung Tomo yang dipancarkan oleh radio.

Suara Bung Tomo yang menggelegar, pilihan kata-katanya yang cerdas dan lugas, serta teriakan takbir yang menggetarkan jiwa tiap muslim yang mendengarnya, adalah perpaduan sempurna dalam membakar semangat, bukan saja mereka yang asli arek Suroboyo, namun juga pemuda-pemuda Indonesia lainnya dari suku-suku bangsa lainnya yang tinggal di Surabaya : Ambon, Sulawesi, Batak, NTT, Bali, Kalimantan, dan lain-lain suku bangsa untuk bersama-sama dalam satu tekad melawan pasukan penjajah.

Pilihan kata-katanya yang cerdas dan lugas, serta teriakan takbir yang menggetarkan jiwa tiap muslim yang mendengarnya, adalah perpaduan sempurna dalam membakar semangat, bukan saja mereka yang asli arek Suroboyo, namun juga pemuda-pemuda Indonesia lainnya dari suku-suku bangsa lainnya yang tinggal di Surabaya: Ambon, Sulawesi, Batak, NTT, Bali, Kalimantan, dan lain-lain suku bangsa untuk bersama-sama dalam satu tekad melawan pasukan penjajah.

Teriakan menggetarkan jiwa pada pertempuran di Surabaya 10 Nopember 1945 yang dikumandangkan oleh Bung Tomo tersebut bergetar lagi di Kota pahlawan Surabaya Tahun 2008, tepatnya di gedung BKKKS Jawa Timur dalam acara sarasehan penanaman nilai-nilai kepahlawanan bagi generasi muda pada tanggal 20 Nopember 2008 yang dikumandangkan oleh Bambang Sulistomo yang tak lain adalah putra Bung Tomo. Sarasehan ini sendiri adalah kegiatan rutin BKKKS Jawa Timur bekerjasama dengan Dinas Sosial Propinsi Jawa Timur memperingati hari Pahlawan 10 Nopember. Selain Bambang Sulistomo dalam sarasehan tersebut menampilkan Narasumber lain yaitu dari Badan Narkotika Propinsi (BNP) Jawa Timur Drs. SOUBAR ISMAN, SH,MH,MBA,MSc (Sekretaris Umum BNP Jatim) dan seorang narasumber Bapak Wisjnubroto, SH. Sedangkan peserta sarasehan sendiri berasal dari pelajar SMU/SMK sebanyak 180 Siswa dari Kota Surabaya dan 60 Siswa dari Kabupaten Sidoarjo dan Guru Pendamping yaitu SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (30 Siswa), SMA Negeri 1 Sidoarjo (30 Siswa), SMA Negeri 18 Surabaya (10 Siswa), SMA Negeri 9 Surabaya (30 Siswa), SMK Negeri 1 Surabaya (30 Siswa), SMA Stella Maris (30 Siswa), SMA Trimurti Surabaya (30 Siswa), SMA Petra II Surabaya (50 Siswa)

Dalam penyampaian paparan Bambang Sulistomo menekankan tentang pentingnya arti kemerdekaan dan menekankan pula pentingnya penegakkan hukum dan keadilan di tanah Indonesia ini, menurut beliau merdeka artinya adalah Negara bebas dan ingin berbuat sama dengan Negara lain atau setara, dan juga masyarakat dlam suatu negara ingin diperlakukan secara adil, dan keadilan bisa terwujud dari tegaknya hukum yang ada, dimana hukum tersebut harus berada ditengah-tengah masyarakat dan masyarakat harus selalu percaya pada hukum. Namun pada kenyataanya lanjut beliau hukum yang ada sekarang tidak sesuai dengan perjuangan pejuang 45, bayak pula Pendidikan tidak adil karena hanya orang yang berduit yang bisa merasakan pendidikan. Dalam simpulan paparan beliau Tegakkanlah hukum dan keadilan dengan sama, dan tanpa adanya itu maka akan timbul diskriminasi yang menimbulkan Negara ini terpecah belah, jadi sebagai generasi penerus bangsa menurut Bambang Sulistomo harus berani ?Bicara? dan tentunya Hukum di dalam negara ini harus ?adil?

Paparan dari narasumber yang tak kalah menariknya adalah dari Drs. SOUBAR ISMAN, SH,MH,MBA,MSc (Sekretaris Umum BNP Jatim) yang memberikan paparan tentang jahatnya setan NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, Zat Adiktif) dalam paparan beliau menyebutkan beberapa hal yaitu narkotika yang banyak disalahgunakan adalah morfin, heroin (putauw), petidin, candu, ganja (kanabis, mariyuana) hashis,kokain. Kesemua jenis tersebut brrasal dari zat / obat berasal dari tanaman atau bukan tanaman dan sintetis maupun semi sintetis. Dampak dari Narkotika itu sendiri adalah dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran & hilangnya rasa, mengurangi spy menghilangkan rasa nyeri dan menimbulkan ketergantungan. Psikotropika zat/obat alamiah maupun sintetis bukan narkotika yang berkasiat psiko aktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat danmenyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku. Sedangkan Zat Adiktif yang banyak disalahgunakan antara lain K O P I (hal yang cukup mengejutkan karena kita setiap hari banyak mengkonsumsi) selain itu ada amfetamin yang merupakan salah satu kelompok bahan adiktif sintesis dengan efek stimulant yang sangat kuat yang langsung bekerja pada sistim syaraf pusat. Dalam paparan beliau selanjutnya merilis beberapa racun maut yang beredar disekitar kita.

20 RACUN MAUT DALAM 4000 MACAM ZAT KIMIA

Dari 4.000 zat kimia , 20 diantaranya adalah racun mematikan. Dari 20 racun maut itu, 8 diantaranya adalah zat karsinogenik atau penyebab kanker ganas dan sisanya adalah :
1. Racun tikus hidrogen sianida yang biasa digunakan untuk mengeksekusi narapidana yang dihukum mati.
2. Bahan Bakar Roket (Metanol)
3. Bahan Bakar Korek Api (Butan)
4. Racun Serangga (Arsen)
5. Racun Knalpot (Karbon Monoksida)
6. Penyamak Kulit (Thylamin)
7. Pembersih Lantai (Amonia)
8. Racun Hama (DDT)

Selain itu dampak merokok sangatlah berbahaya yaitu bila ditilik dari segi medis adalah:

1. Menimbulkan serangan jantung koroner dan stroke
2. Radang saluran pernapasan
3. Fisik lemah, kemampuan sex lemah (impoten)
4. Menimbulkan kebutaan
5. Mempengaruhi kehamilan dan janin
6. Penampilan jelek

Dalam sesi penutupan dari Drs. SOUBAR ISMAN, SH,MH,MBA,MSc, beliau menyampaikan beberapa dampak yang paling fital dari NAPZA yaitu :

1. Bagi diri sendiri
? Merusak organ tubuh (fisik)
? Merusak mental dan spiritual
? Tidak memikirkan masa depannya

2. Bagi orang tua
? Mengganggu keharmonisan keluarga
? Menghabiskan harta sendiri / orang tua
3. Bagi masyarakat
? Mengganggu ketertiban umum
? Berbuat kriminalitas
4. Bagi negara dan bangsa
? Tidak memiliki jiwa nasionalise
? Tidak memiliki jiwa patriotisme

Kegiatan Sarasehan Penanaman Nilai-Nilai Kepahlawanan/Keperintisan dan Kejuangan adalah sebagai pembekalan terhadap Generasi Muda dengan mengenalkan lebih dalam akan sejarah perjuangan Bangsa yang sarat dengan sauri tauladan dari para Pahlawannya dan tentang tantangan pembagunan bangsa khususnya tantangan terhadap NAPZA ini berjalan cukup etraktif dan komunikatif, hal ini ditandai dengan keantusiasan para peserta untuk menanyakan berbagi hal kepada narasumber seperti Eka (SMA Stela Maris), Ema (SMKN 1 Surabaya), ZORA (SMA Muhamadiyah 2 Sidoarjo) dan lain-lain. Sebagai simpulan utama dan harapan kedepan kegiatan ini dapat menumbuhkan sikap perilaku yang mencerminkan sikap Kepahlawanan dan Menumbuhkan kembali jiwa Nasionalisme, rasa persatuan dan kesatuan bagi para Generasi Muda ditengah gejolak ekonomi dan permasalah global khususnya terhadap NAPZA. (adj)

Related posts

Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2017

admin01

PAMERAN PERINGATAN HARKITNAS & HUT SURABAYA

bk3s

TAKUT

bk3s