BANGSA TAK BERMORAL?

Kita sering bicara tentang “moral”, mungkin dengn pengertian yang tidak terlalu tepat. Dalam hal ini mari kita kutip pengertian moral dari Oxford Learner’s Pocket Dictionary maka dituliskan disitu bahwa moral adalah 1. concerning principles of right and wrong, 2. good and honest in behavior. Jika kita bahasa Indonesia kan maka “moral” adalah sesuatu yang berhubungan dengan kaidah (yang memilahan) antara apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk atau sesuatu perbuatan dikatakan masuk “koridor moral” manakala tercermin dalam tingkah laku yang baik dan jujur.

Lebih jauh kalau kita masuk ke ranah budaya bangsa Indonesia khususnya yang bersumberkan dari ajaran Jawa maka moral tidak lain adalah sesuatu yang berhubungan dengan tingkah laku, tindak tanduk manusia yang dihadapkan kepada apa yang disebut : “patraping totokromo lan subosito!” Seorang keturunan Jawa tidak dianggap telah pantas mengklim sebagai Jawa jika dia belum mengerti dan belum mampu mengamalkan dengan benar tatakrama dan subasita secara baik dan benar. Sampai disini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa bicara tentang moral maka sifatnya adalah universal.

Disini kita masuk kedalam ranah yang oleh Bung Karno disebutkan sebagai : “cultural and social conscience of man!” Nampaknya dalam hal ini semua manusia di dunia adalah sama. Oleh karena itu dengan segala hormat kita kepada apa yang disebut sebagai Hak Azasi Manusia, Semangat Modernisasi dan Demokrasi serta Persamaan Gender maka kita tidak bisa menerima kelakuan selebriti Ariel bersama Luna Maya dan Cut Tari yang merekam “kelakuan mereka dalam berhubungan sex!” Sama dengan kebencian kita kepada para petinggi negara/pemimipin yang munafik dan korup meskipun secara hukum mereka selalu bisa menghindar.

Mungkin saja Ariel dan Luna Maya serta Cut Tari beranggapan bahwa apa yang mereka lakukan sifatnya ssngat pribadi dan tidak untuk dikonsumsi umum. Teapi manakala kita kembali kepada definisi moral yang universal tersebut mereka harus tahu sejak awal bahwa apa yang mereka lakukan secara moral adalah salah besar! Kita menduga bahwa pasangan selebriti yang mereka adegan porno tersebut sangat berlebihan dalam percaya diri bahwa rekaman yang sangat pribadi itu dapat disimpan dengan rapi dan bersifat sangat rahasia.

Mereka tidak ingat akan apa yang disebut sebagai “Murphy’s Law” atau Hukum/Kaidah Murphy yang berbunyi : “If anything can go wrong, it will!” Sebenarnya Murphy mengingatkan akan sangat pentingnya aspek kehati-hatian dan pengawasan dalam manajemen karena segala sesuatu yang direncanakan oleh manusia di dunia ini pastilah ada celah yang akan menjadi peluang untuk terjadi kesalahan. Hukum ini nampaknya telah memberi pelajaran kepada selebriti top markotop kita yang kehidupannya bergelimang dengan harta dan kehormatan yang selangit itu. Laptop si Ariel yang sangat dirahasiakan itu konon dicuri orang.

Nah tidak hanya masyarakat Indonesia yang bisa melihat kelakuan dari para selebriti idola ini dalam melakukan hubungan sex tetapi gambar itu telah menyebar keseluruh dunia. Jika selama ini Indonesia terkenal sebagai salah satu negara yang paling korup di Indonesia yang semakin hari semakin larut dalam budaya politik uang sekarang bertambah lagi bahwa perilaku para selebriti Indonesia lebih bejat dibandingkan dengan selebriti Amerika dan Eropa yang selama ini tidak mengembar-gemborkan sebagai manusia yang bergama dan berpancasila. Jangan salahkan dunia manakala mereka sampai kepada kesimpulan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa tak bermoral!

Surabaya, medio Juli 2010

Beri rating artikel ini!
BANGSA TAK BERMORAL?,5 / 5 ( 1voting )
Tag:

Tinggalkan Balasan