Konferensi Nasional Kesejahteraan Sosial (KNKS) VII

Pada bulan Agustus tahun 2013, salah satu kegiatan besar di selenggarakan di Kota Surabaya, kegiatan tersebut adalah Konferensi Nasional Kesejahteraan Sosial (KNKS) VII. Kegiatan yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali tersebut untuk tahun ini diselenggarakan di Surabaya dan Badan Koordinasi kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Provinsi Jawa Timur berkesempatan menjadi panitia pelaksana.

Konferensi ini digelar selama tiga hari, yakni mulai tanggal 19 Agustus 2013 hingga 21 Agustus 2013. Konferensi yang digelar secara nasional tersebut dihadiri kurang lebih 400 peserta yang terdiri dari pekerja sosial dari seluruh Indonesia. Sedangkan Konferensi Nasional Kesejahteraan Sosial (KNKS) VII pada tahun ini mengambil tema “Mewujudkan Kesejahteraan Sosial dam era Globalisasi”.

Kegiatan tersebut dibuka pada tanggal 19 Agustus 2013 di gedung negara Grahadi yang dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Bapak Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, MSc, PhD. Sedangkan acara lokakarya dan seminar dilaksanakan di Gedung BKKKS Provinsi Jawa Timur, Jl. Raya Tenggilis Blok gg No. 10 Surabaya.

Pada saat jamuan makan malam yang dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2013, Ketua Umum BKKKS Provinsi Jawa Timur, Bapak DR. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada seluruh peserta Munas DNIKS 2009 di Bandung dan Rakernas DNIKS 2011 di Batam, yang telah memberikan kepercayaan kepada Kota Surabaya untuk menyelenggarakan Konferensi Nasional Kesejahteraan Sosial yang ke VII.

Pada hari kedua kegiatan tepatnya pada tanggal 20 Agustus 2013 malam, seluruh peserta berkesempatan mendapatkan jamuan makan malam dari Walikota Surabaya. Ibu Ir. Tri Rismaharini di rumah kediaman. Dalam sambutannya Walikota Surabaya  menyampaikan bahwa Di Surabaya ada Pos Daya dari kalangan kaum Hawa semua yang beranggotakan sekitar 3000 orang dengan cara produksi kue basah yang omsetnya perhari bisa mencapai 3 Miliar, dan ada juga Pos Daya lain dalam satu kampung yang dinamai “kampung lontong” yang membuat lontong perhari bisa menghabiskan beras sampai 8 Ton.

Pada akhir kegiatan tanggal 21 Agustus 2013, seluruh peserta mengikuti kegiatan kunjungan ke obyek kegiatan kesejahteraan sosial seperti Home Care lansia Tenggilis Mejoyo, Karang Werda Kota Surabaya, Posdaya Gundih Surabaya, Posdaya di Sidoarjo dan Yayasan SPMAA Lamongan.

Tag:

Tinggalkan Balasan