MERDEKA !

Pekik MERDEKA berkumandang dimana-mana mewarnai suasana peringatan hari Proklamasi Kemerdekaan RI. Pesan apa yang hendak disampaikan oleh mereka yang memekikkan Merdeka !? Dan apa pula yang tergambar dalam benak orang yang mendengar dan diajak ikut memekikkan Merdeka !? Adakah pekikan itu punya makna atau sekedar jargon belaka, tanpa ada getaran jiwa?
Pekik Merdeka! tentunya perlu dimaknai, agar tidak berlalu begitu saja, melainkan bisa membawa pencerahan jiwa dalam menghayati kandungan kata Merdeka!

Yang pertama kali harus tergugah dalam jiwa kita ketika mengucapkan atau mendengarkan pekik merdeka adalah rasa syukur yang mendalam atas karunia kemerdekaan dari Allah SWT. Kemerdekaan tidak datang begitu saja dan bukan hadiah dari Negara manapun juga, melainkan hasil dari jerih payah perjuangan panjang yang gigih tak kenal lelah oleh segenap komponen bangsa yang didorong oleh keinginan luhur sehingga Allah SWT. menganugrahkan kemerdekaan itu kepada Bangsa Indonesia. Proses perjuangan hingga mencapai kemerdekaan, serta visi dan dasar negara yang hendak dibangun dinarasikan dengan penuh hikmat dalam pembukaan UUD 1945 :

?Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbagahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.
Kemudian dari pada itu, untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdaarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasara Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.?

Kedua, seiring dengan rasa syukur itu, kita menaruh rasa hormat penghargaan dan terima kasih yang sangat mendalam kepada para pahlawan bangsa yang telah mengorbankan harta, raga, dan jiwa demi Kemerdekaan. Kita panjatkan do?a semoga Allah SWT. Menerima amal bakti mereka dan mencurahkan ampunan kepada mereka serta menggolongkan mereka sebagai syuhada yang akan mendapatkan anugrah surga-Nya.

Ketiga, mari kita pekikkan Merdeka! Sebagai tekad untuk mengisi kemerdekaan ini dengan ikut berkiprah dalam pembangunan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki masing-masing. Dengan semangat kepahlawanan yang tanpa pamrih ikut serta / berpartisipasi aktif dalam pembangunan dengan mengambil peran dan berkontribusi nyata dalam derap pembangunan sebagai upaya mewujudkan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur dibawah pemerintahan yang melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Dalam pada itu, Pemerintah Propinsi, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota, tentunya menyelaraskan visi dan misinya sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 tersebut. Pemerintah Propinsi Jawa Timur, misalnya dalam RPJMD Tahun 2009 / 2014 telah dengan tegas dan lugas merumuskan visi dan misi yang sangat kohesif dengan visi dan misi Negara / Pemerintah tersebut di atas, yakni : ?Terwujudnya Jawa Timur yang makmur dan berakhlak dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.? Sedangkan misinya berbunyi : ?Mewujudkan makmur bersama wong cilik dengan APBD untuk rakyat.?
Demikian tiga makna yang dapat kita petik dari pekik Merdeka! Masih adakah pekik Merdeka yang harus kita kumandangkan?! Menurut hemat kami masih ada dan perlu. Mari kita pekikkan Merdeka! sebagai tekad untuk terbebas dari rasa takut, baik ketakutan terhadap sesuatu yang belum terjadi (khawatir) maupun ketakutan terhadap sesuatu yang telah terjadi (duka cita).

Bagaimana supaya pikiran dan jiwa kita bisa terbebas dari rasa khawatir dan duka cita? Salah satu kiat telah disampaikan dalam renungan warta sosial terbitan yang lalu dibawah judul ?Takut?.
Kalau kita sudah bisa terbebas dari rasa takut, kita akan menjadi orang yang betul-betul merdeka. Tidak takut kecuali kepada Allah SWT!

Orang yang merdeka bukan berarti semau gue, tapi justru menghormati hak asasi orang lain dengan tetap memegang teguh pendiriannya. Dia menghormati hak asasi beragama tapi tidak terjebak dalam paham Pluralisme yaitu ?suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif, oleh karena itu setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah.? Dia menghormati kebebasan berfikir tapi tidak terjebak dalam paham liberalisme yang ?memahami nash – nash agama (Quran, sunnah) dengan menggunakan akal pikiran yang bebas dan hanya menerima doktrin ? doktrin agama yang sesuai dengan akal pikiran semata.?

Orang merdeka tahu persis bahwa kehidupan ini tunduk pada hukum Allah SWT. ?segalanya diciptakan berpasangan? sebagaimana ditandaskan oleh Allah SWT. dalam Al Qur?an: ?Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui? (QS. 36:36).
Jadi kalau mau sukses mesti berani gagal. Kalau mau senang harus susah dulu seperti kata pepatah ?berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian?. Orang merdeka yakin benar bahwa didalam kesulitan terdapat kemudahan sebagaimana ditandaskan dalam Al Qur?an : ?Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan? (QS. 94:5-6).

Kemerdekaan itu bukan diperoleh ketika kita menuntut hak, tapi diperoleh ketika kita menjalankan kewajiban. Setapak demi setapak ketika kita semakin banyak menjalankan kewajiban maka semakin merdekalah kita. Jadi kalau mau benar-benar merdeka jadilah budak. Sesungguhnya orang yang paling merdeka adalah ketika dia mampu mencapai maqom budak (hamba) Allah. Maqom hamba Allah hanya bisa dicapai oleh orang yang menjalankan seluruh kewajiban, menjauhi larangan dan mengerjakan amalan-amalan sunah sehingga pikiran, jiwa, dan raganya dalam pengendalian Allah SWT karena itu dia bisa mengalami suatu peristiwa diluar batas kemampuan dirinya.

Anugrah itu telah diberikan oleh Allah kepada para nabi/rosul-Nya antara lain kepada Nabi Muhammad SAW. dalam peristiwa Isra Miraj yang sebagaian digambarkan dalam Al Qur?an : ?Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.? (QS.17:1) (M. Djumadi Ramelan, S.H.)

Beri rating artikel ini!
MERDEKA !,5 / 5 ( 1voting )

Tinggalkan Balasan