PELATIHAN KOMPUTER BICARA BAGI TUNA NETRA

Memperoleh kesempatan untuk berlatih komputer bicara merupakan kegiatan yang langka bagi para tuna netra. Oleh karena itu kegiatan yang diadakan DPP PERTUNI dan DPD PERTUNI Jawa Timur bekerjasama dengan DNIKS ,Yayasan BKKKS Jawa Timur dan BK3S Provinsi Jawa Timur berupaya untukmemberikan kemampuan yang akan berguna bagi kemandirian kepada para tuna netra.

Kegiatan tersebut bertempat di ruang Pelatihan Yayasan BK3S Jawa Timur, Jl. Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya dan berlangsung selama 4 hari dari tanggal 24 s/d 27 September 2010, yang diikuti oleh 22 perwakilan dari DPC PERTUNI seluruh Jawa Timur.

Instruktur khusus komputer untuk tuna netra yang juga merupakan tuna netra Mas Eka Setiawan menyampaikan ?bahwa untuk para tuna netra, mereka dilatih komputer dengan menggunakan sotfware screen reader dengan materi office dan internet, software tersebut secara khusus bisa mengkonversi data menjadi audio!? . Jadi bila tuts di keyboard ditekan, akan terdengar suara dari speaker-nya, misalkan bila ditekan ?a? maka akan terdengar suara lafal ?a?, demikian pula halnya ketika pemakainya menekan tuts yang lain.

Secara fisik komputer, laptop, notebook yang digunakan oleh para tuna netra tidak berbeda dengan yang dipakai oleh masyarakat, namun ada beberapa hal yang menjadi patokan dasar sehingga memberikan kemudahan bagi penggunaannya. Selain sofware screen reader tersebut, juga ada beberapa hal lain yang memudahkan para tuna netra mengenali huruf tertentu, misalnya untuk pada huruf F dan J yang pada masing-masing tutsnya memiliki ciri khusus.

Agar ada keberlanjutan dari pelatihan tersebut di masing-masing daerah, para peserta dibekali materi pelatihan dalam bentuk buku braille dan sofware gratis dalam CD. Selain itu juga diberikan 6 buah laptop kepada Cabang Pertuni terbaik dalam pelatihan tersebut; yaitu DPC Malang, DPC Blitar, DPC Jombang, DPC Pasuruan, DPC Tulungagung dan DPC Surabaya.

Diharapkan dengan mampu mengoperasionalkan komputer yang dilengkapi software khusus tersebut, menjadikan tunanetra memiliki kemampuan untuk mewujudkan kemandirian sehingga tidak ketinggalan dalam percaturan informasi global. (redaksi)

Beri rating artikel ini!
Tag:

Tinggalkan Balasan