Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2018

Hari Disabilitas Internasional (HDI) adalah hari raya bagi insan disabilitas di seluruh dunia. BKKKS Provinsi Jawa Timur sebagai orsos koordinatif pada tingkat Provinsi telah menyelenggarakan Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) untuk semua Disabilitas (lintas kecacatan dan lintas organisasi) agar bisa terbina kebersamaan dan juga sebagai Program Kerja rutin setiap tahun.

 

Pada peringatan hari disabilitas internasional (HDI) 2018, BKKKS Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Yayasan BK3S Jawa Timur dan para donatur telah menyelenggarakan serangkaian kegiatan dengan tema “Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas”

 

Kegiatan dimulai pada hari sabtu tanggal 01 desember 2018 telah menyelenggarakan workshop bisnis online untuk disabilitas, penyerahan bantuan alat bantu bagi disabilitas bekerjasama dengan jejaring asiawork dari jam 08.00 wib s/d 14.00 wib yang dihadiri 150 orang insan disabilitas dari seluruh Jawa Timur. Kegiatan dilanjutkan dengan menyelenggarakan sosialisasi dan simulasi pengurangan resiko bencana (PRB) inklusif bagi disabilitas oleh  BPBD Provinsi Jawa Timur dari jam 14.00 wib s/d 16.00 wib yang dihadiri 100 orang insan disabilitas.

 

Masih di hari yang sama diselenggarakan malam reuni keakraban insan disabilitas se Jawa Timur, membuka akses jejaring tenaga kerja disabilitas melalui d’network, sosialisasi hak pelayanan publik dan pengaduan mal administrasi oleh Ombudsman Republik Indonesia dari jam 19.00 wib s/d 21.00 wib yang dihadiri + 800 orang insan disabilitas dari seluruh Jawa Timur. kegiatan tersebut bertujuan agar para disabilitas bisa berkumpul dan sebagai ajang silahturahmi sesama insan disabilitas. Acara tersebut juga diramaikan dengan kegiatan pentas seni dan dilengkapi dengan dibukanya stand angkringan dengan berbagai macam makanan. Setelah kegiatan usai, para peserta yang berasal dari luar kota juga bermalam di Yayasan BK3S Jawa Timur.

 

Puncak acara HDI diselenggarakan pada tanggal 02 Desember 2018. Para peserta berkumpul di halaman gedung Yayasan BK3S Jawa Timur mulai pukul 05.00 dengan mengadakan senam bersama dilanjutkan jalan sehat menempuh rute kurang lebih 3 km yang diikuti lebih kurang 2300 peserta.

 

Selain itu ada pemeriksaan kesehatan gratis bagi insan disabilitas dan pemeriksaan mata gratis bagi disabilitas bekerjasama dengan RSUD dr. Soetomo, Puskesmas Tenggilis Mejoyo, STIKES Hang Tuah dan RS Mata Undaan.

 

Selain kegiatan diatas, kegiatan lainnya yaitu touring motor roda tiga yang mengikutsertakan kurang lebih 200 motor dengan rute keliling Surabaya. Misi dari kegiatan touring ini adalah mengaktualisasi diri disabilitas dengan menunjukkan bahwasannya mereka bisa berbuat dan berkreasi. Setelah touring motor disabilitas memasuki finis, para peserta langsung melaksanakan lomba ketangkasan motor roda tiga. Dalam lomba tersebut terlihat peserta dengan penuh antusias dan atraktif bisa menaklukkan medan lomba ketangkasan yang telah disediakan dengan berbagai macam rintangan. Sementara itu yang tak kalah menariknya didalam gedung Yayasan BK3S Jatim diselenggarakan pentas seni dari disabilitas dengan berbagai macam jenis tampilan, kegiatan pentas seni tersebut diikuti oleh murid-murid dari SLB dan organisasi disabilitas.

 

Dalam Peringatan HDI juga diselenggarakan bazar dari berbagai macam hasil karya disabilitas dengan membuka puluhan stand. Hasil karya disabilitas tersebut beraneka ragam, ada yang berjualan kerajinan tangan, produk olahan bahkan ada yang membuka pijat. Bazar tersebut merupakan wujud nyata apresiasi hasil karya disabilitas. Selain bazar panitia juga membuka pasar murah yang berisikan barang-barang layak pakai mulai dari baju, tas, sepatu dan lain sebagainya yang berasal dari sumbangan untuk para disabilitas dengan harga murah.

 

Kegiatan pada tahun ini semakin meriah dengan kehadiran Bapak Dr. Emil Elestianto Dardak, M. Sc (Wakil Gubernur Jawa Timur Terpilih 2019 – 2024), dalam sambutannya beliau menyampaikan “Seluruh warga negara, khususnya warga Jawa Timur harus memiliki kemampuan yang sama, kita semua sama walaupun dengan cara yang istimewa atau dengan cara yang khusus.
Kedepan Ibu Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur terpilih 2019-2024) dan saya selaku Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih  2019 – 2024 akan membangun aksesibilitas yang baik bagi penyandang disabilitas yang merupakan tujuan dari pembangunan berkelanjutan dengan prinsip no one left behind. Tidak ada seorang pun yang tertinggal. Seluruh pembangunan di Jatim adalah pembangunan untuk semua, tanpa terkecuali, Salah satu usaha tersebut adalah dengan mendorong pendidikan inklusi dan memberikan perhatian khusus bagi lembaga penyelenggara pendidikan yang kerap kali mampu memberikan pelayanan bagi disabilitas, namun malah diabaikan oleh pemerintah. Beliau mengharapkan seluruh elemen masyarakat Jawa Timur mampu berdaya, berperan mengemban tugas bersama seperti salah satu nilai dalam Nawa Bhakti Satya dalam mendukung pembangungan yang lebih inklusif dan berkeadilan. Sehingga kita bersama akan terlibat dan diberdayakan dalam pembangunan Jawa Timur, Dari kita, oleh kita, dan untuk kita semuanya”.

 

Selain itu hadir pula Ibu Jaleswari Pramodhawardani (Deputy V Bidang Politik, Hukum, Keamanan dan HAM Kantor Staf Presiden RI), beliau menyampaikan ucapan terimakasih atas undangannya dan sangat bangga atas apa yang telah diselenggarakan BKKKS Provinsi Jawa Timur dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2018, beliau juga menyampaikan bahwa “Bapak Presiden Ir. Joko Widodo telah berusaha semaksimal mungkin dalam pemberdayaan dan perhatian pada disabilitas, walaupun masih banyak yang perlu ditingkatkan, salah satunya adalah pendataan disabilitas yang harus lebih akurat lagi”.

 

Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum BKKKS Provinsi Jawa Timur Bapak DR. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE menyampaikan bahwa “Semua elemen masyarakat harus saling memiliki rasa peduli, utamanya kepada insan disabilitas, selain itu para disabilitas harus percaya diri, berdikari dan membuktikan mereka memiliki ketrampilan yang tidak kalah dengan yang lainnya, kesadaran saling menjunjung tinggi hak warga Negara tidak terkecuali insan disabilitas yang harus ditanamkan sejak dini dilingkungan masyarakat”

Tag:

Tinggalkan Balasan