Peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat (HIPENCA) Tahun 2011

Tanggal 03 Desember merupakan hari yang sangat spesial untuk para penyandang cacat, hal ini dikarenakan pada tanggal tersebut diperingati Hari Internasional Penyandang Cacat, untuk memberikan apresiasi kepada para penyandang cacat dan sebagai agenda rutin tahunan BKKKS Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Yayasan BK3S Jawa Timur dan masyarakat peduli penyandang cacat menyelenggarakan kegiatan peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat tahun 2011 di Halaman dan Gedung Yayasan BK3S Jawa Timur Jl. Raya Tenggilis Blok GG  No. 10 Surabaya selama 2 hari tanggal 03 dan 04 Desember 2011.

Untuk tahun 2011 ini ada beberapa kegiatan yang cukup menarik dan juga ide serta gagasan kegiatan-kegiatan dalam peringatan tersebut murni dari para penyandang cacat. Kegiatan diawali dengan kegiatan renungan suci para penyandang cacat pada tanggal 03 Desember 2011 pukul 19.00 sampai dengan pukul 23.00 bertempat di Gedung Yayasan BK3S Jawa Timur.

Berbagai kelompok penyandang cacat seperti cacat netra, cacat rungu wicara, maupun cacat tubuh dengan jumlah 400 orang berkumpul melakukan renungan suci, sebagai bentuk refleksi akan keberadaan Disable yang memiliki kemampuan serta hak yang sama dengan orang yang tidak cacat. Suasana renungan suci berlangsung sangat syahdu, dengan menyalakan lilin para peserta menyaksikan berbagai kegiatan. Masih dalam kegiatan renungan suci tersebut, Ketua Umum BKKKS Provinsi Jawa Timur Bapak DR. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE dalam sambutannya menyampaikan bahwa “Gedung BKKKS Provinsi Jawa Timur jadikanlah rumah kalian, tempat berkumpul untuk menyuarakan aspirasi, saya dukung sepenuhnya yang kalian kerjakan demi menyamakan hak di tengah masyarakat”.

Pada keesokan harinya tanggal 04 Desember 2011 masih bertempat di Gedung dan Halaman Yayasan BK3S Jawa Timur berlangsung beberapa kegiatan yang sangat menarik. Kegiatan pada hari tersebut yaitu Jalan Sehat start dan finish di halaman Gedung Yayasan  BK3S Jawa Timur dengan peserta penyandang cacat dan undangan lebih kurang 2.000 orang, Pentas seni penyandang cacat, Pameran hasil karya penyandang cacat dan Pasar murah, Pemeriksaan kesehatan gratis bagi penyandang cacat serta Bantuan prothese dan orthese.

Masih pada tanggal tersebut, terdapat kegiatan lainnya yang merupakan bentuk aspirasi atau tuntunan penyandang cacat kepada Pemerintah dan Kepolisian yaitu agar disediakan akses khusus ditempat umum dan dapat mengeluarkan SIM D untuk para penyandang cacat. Bentuk aspirasi tersebut adalah dengan dilaksanakannya touring motor penyandang cacat dengan peserta 100 motor dari DMI (Disability Motor Indonesia) dengan rute keliling Surabaya.

Ditemui dalam kegiatan tersebut Abdul Sakur Ketua DMI Jawa Timur menyampaikan bahwa “Kami yang tergabung dalam Disabel Motor Indonesia (DMI) bisa menjadi pengendara motor yang baik, motor kami juga layak di jalan, tapi SIM D bagi Disable belum terealisasi. Maka kalau tidak punya SIM D, maka hak-hak kami akan hilang, kalau terjadi kecelakaan kita yang dirugikan”. Touring tersebut berhenti di depan Gedung Grahadi untuk membacakan tuntutan yang intinya meminta kepada Pemerintah agar disediakan akses khusus di tempat umum, sekaligus meminta kepolisian agar mengeluarkan SIM D.

Ternyata keinginan dan harapan para penyandang cacat tidak betepuk sebelah tangan, setelah dilaksanakan mediasi di beberapa media akhirnya tepat beberapa minggu setelah kegiatan tersebut salah satu anggota DMI Surabaya telah mendapatkan  SIM D dari Kepolisian.

Dengan mengangkat tema “Peningkatan Mobilitas Penyandang Cacat Indonesia Mewujudkan Dunia Yang Lebih Baik Bagi Semua”. Diharapkan peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat tahun ini mampu memberikan hak yang sama serta perlakuan yang sama antar orang pada umumnya dengan penyandang cacat. (redaksi)

[nggallery id=6]

Tag:

Tinggalkan Balasan