ASRORUL MAIS (SANG PENGGIAT BAGI PENYANDANG DISABILITAS)

Asrorul Masis lahir pada tanggal 29 Agustus 1983 di Jember dari seorang Ibu bernama Cholifah dan seorang ayah PNS di Dinas Pendidikan bernama M. Sholeh. Di kota kecil yang terkenal dengan kebun kopi dan permen tapenya inilah Mais dibesarkan di lingkungan keluarga yang cukup harmonis. Mais memiliki satu saudara perempuan. Ia adalah anak laki-laki penyandang disabilitas fisik  namun memiliki semangat yang tinggi untuk meraih cita-cita menjadi sosok yang mandiri. Disabilitas bukan halangan untuk maju dan berkarya. Mais tumbuh menjadi pemuda yang percaya diri meskipun dikarunia hidup tanpa kaki, meskipun pada awalnya merasa minder untuk bergaul dengan teman main di lingkungan sekolah dan rumahnya. Keluarga terutama ibunda selalu memberikan motivasi bahwa semua manusia sama dihadapan Tuhan. Orangtua selalu berpesan untuk selalu ceria dan menghargai orang lain sebagai modal menghadapi hidup lebih mudah.

Riwayat Pendidikan

Mais lulus SD di Sekolah Dasar Luar Biasa pada Tahun 1996. Berbekal prestasi akademik yang bagus maka Mais melanjutkan ke SMPN 5 Jember dan lulus pada tahun 1999. Perjuangan untuk beradaptasi dengan teman-teman yang non disabilitas dapat dilalui dengan baik, meskipun belum ada program sekolah inklusif.  Sejak duduk di SMAN 4 di kota Jember, ia telah tertarik pada organisasi dan lulus pada Tahun 2002. Mais yang cerdas berhasil berkompetisi dan di terima di Universitas Negeri Jember, jurusan teknik elektro. Pada tahun 2008 berhasil lulus terbaik dengan IPK 3,5. Selain jurusan elektro Mais juga mengikuti kuliah di jurusan pendidikan dan lulus dengan predikat terbaik, yaitu IPK 3,72.  Sejak tahun 2010, Mais mengikuti kuliah program Magister Pendidikan Luar Biasa. Pada tahun 2011 Mais mendapat kesempatan presentasi hasil penelitian tim mahasiswa S2 PLB Unesa di Khon Kaen University of Thailland.  Perkembangan studi S2 saat ini sudah sampai pada tahap ujian komprehensive.

Riwayat pekerjaan

Asrorul Mais memulai mengabdikan diri dan menyumbangkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan mengajar IT di YPAC Jember pada tahun 2007. Mais juga mengajar IT di SLB-B & Autis TPA Jember. Meskipun hidup dengan karunia tanpa kaki tidak menghalangi Mais untuk mobile mengajar di berbagai sekolahan termasuk SMK Inklusi TPA Jember dan menjadi dosen luar biasa di IKIP PGRI Prodi PLB Jember. Wujud kemandirian dan kegigihan memperjuangkan hidup dan mengabdikan serta menyumbangkan ilmu yang diperoleh, Mais membuka warnet yang ramah anak yaitu mengajarkan bagaimana menggunakan warnet secara optimal untuk kepentingan keilmuan.

Riwayat organisasi

 

Mais aktif dalam organisasi Persatuan Penyandang Cacat (PERPENCA) Jember yang memiliki visi keselarasan, pemberdayaan, kemandirian, kesejahteraan. Di organisasi tersebut Mais berkedudukan sebagai salah satu dari dewan pendiri dan saat ini dipercaya sebagai dewan penasihat organisasi. Sebagai salah satu organisasi yang bermitra dengan dinas sosial Kabupaten Jember, Perpenca semakin melebarkan sayapnya dan menjalin kerjasama dengan Panti Rehabilitasi Sosial Bangil, Malang, Solo, dan Cibinong, selain itu Perpenca berperan sebagai penyedia klien dan mitra dalam memberikan saran kepada Dinas Sosial Jember dalam rangka pelatihan bagi penyandang cacat. Organisasi yang berdiri sejak 9 Juli 2003 ini juga menjalin kerja sama dengan Asosiasi Pengacara dan lembaga perlindungan ibu dan anak setempat guna membantu dan mendampingi dalam proses hukum yang berkenaan dengan penyandang cacat. Perpenca juga membantu mengkoordinasi proses pembuatan SIM khusus bagi penyandang cacat (SIM D). Organisasi yang meiliki anggota 300 orang dari seluruh komponen ketunaan ini juga melakukan hearing deingan DPRD Jember dan Bupati Jember dalam rangka memperjuangkan Perda Peningkatan Harkat dan Martabat Penyandang Cacat. Kiprah Perpenca semakin meluas dengan adanya jalinan kerja sama dengan KONI Jember dalam mensukseskan HAORNAS dengan mengadakan lomba khusus bagi penyandang cacat. Dalam rangka memperingati HIPENCA, PERPENCA melakukan koordinasi dengan organisasi kecacatan lain seperti Pertuni, Perturi, Gerkatin, ITMI dan LSM simpatisan lain guna suksesnya acara tersebut.


Oleh

Dr. Asri Wijiastuti,M.Pd.

Sekretaris I BKKKS

 

Tinggalkan Balasan