LINDA AMALIA SARI GUMELAR – TOKOH PEREMPUAN INSPIRATIF

Dalam rangka memperingati hari Kartini tanggal 21 April tahun 2012 Majalah Warta Sosial mengangkat sosok tokoh nasional, salah seorang perempuan inspiratif Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Ditengah-tengah kesibukan sebagai Menteri yang mengurus persoalan perempuan dan anak Indonesia, ibu Linda bersedia untuk wawancara dengan majalah Warta Sosial.  Bu Linda merupakan sosok yang inspiratif karena memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas. Dilahirkan di Bandung tanggal 15 November 1951, Ibu Linda yang memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Ilmu Politik pernah menjadi anggota DPR RI tahun 1992-1997. Ibu Linda termasuk Menteri yang unik, karena pernah menjadi  anak Menteri ketika ayahnya M. Taher  menjabat sebagai Menteri Pariwisata & Telekomunikasi, pernah juga menjadi isteri Menteri ketika sang suami, bapak Agum Gumelar menjadi Menteri Perhubungan.

Berikut adalah hasil wawancara dengan Ibu Linda Amalia Sari Gumelar seputar  permasalahan yang dihadapi perempuan dan anak Indonesia.

Bagaimana Ibu melihat peran perempuan Indonesia pada masa kini, kemajuan apa sajakah yang telah dicapai?

 

Sudah banyak kemajuan yang dicapai, walaupun masih ada kendala akibat ketidak setaraan gender yang masih kuat dalam masyarakat. Untuk bisa mencapai kemajuan sebagaimana yang diharapkan, perempuan harus mampu memberdayakan diri, membangun self empowerment yang tidak hanya berguna bagi dirinya, namun juga bagi keluarga bangsa dan Negara. Dengan berbagai kebijakan dan program Pemerintah dan dukungan berbagai organisasi, termasuk organisasi perempuan yang tersebar hingga ke akar rumput, telah banyak kemajuan yang dicapai. Masyarakat juga mulai banyak yang menyadari betapa pentingnya kesetaraan gender serta  pentingnya perempuan  berpartisipasi dalam semua bidang pembangunan termasuk meningkatkan partisipasi politik untuk dapat mempengaruhi keputusan atau kebijakan pembangunan. Disinilah penting untuk mendorong implementasi strategi pengarusutamaan gender (PUG) dalam pembangunan yang dimaksudkan untuk memberi peluang yang bagi laki-laki dan perempuan untuk terlibat aktif maupun menerima manfaat pembangunan. Strategi PUG dimaksudkan membuka peluang bagi perempuan untuk dapat  maju dan berkembang mengisi pembangunan sebagaimana halnya laki-laki.

Sejauhmana kemajuan teknologi bermanfaat, mendukung upaya-upaya pemberdayaan perempuan, tumbuh kembang dan perlindungan anak?

 

Dengan teknologi, kita dapat melakukan apa saja sesuai keinginan kita. Teknologi akan bermanfaat jika digunakan untuk kemaslahatan manusia. Teknologi informasi merupakan teknologi yang paling dekat dengan masyarakat, dan menjadi sarana strategis dalam mendukung upaya-upaya pemberdayaan perempuan, tumbuh kembang anak dan perlindungan anak. Melalui teknologi akan membantu mensosialisasikan tentang apa yang dilakukan oleh perempuan, memberikan informasi kepada masyarakat tentang apa dan bagaimana tumbuh kembang dan perlindungan anak sesuai dengan hak-hak anak.

 

Program fasilitasi Radio Komunitas yang dilaksanakan oleh KPP&PA di beberapa daerah terbukti membantu meningkatkan pemahaman dan dukungan masyarakat sampai dengan level akar rumput terhadap kebijakan dan program-program pemberdayaan dan perlindungan perempuan dan anak. 

 Kebijakan dan program apa sajakah yang telah dan akan dilaksanakan KPP-PA dalam pemanfaatan kemajuan teknologi untuk pemberdayaan dan perlindungan perempuan?

 

Kementerian PPPA telah mengeluarkan beberapa kebijakan diantaranya adalah: (a) Peraturan Menteri atau Permen No.31/2010 tentang Pedoman Pengelolaan Penelitian Pengarusutamaan Gender, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; (b) Nota kesepahaman antara Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan KPPPA tentang Pemberdayaan Perermpuan dalam rangka mewujudkan Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak dengan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK); serta (c) Strategi Pendayagunaan TIK untuk sosialisasi kesetaraan gender

 

Masyarakat kota, dalam hal ini perempuan, tentu sangat berbeda kebutuhannya dengan masyarakat pedesaan. Di kota seperti jakarta dan kota besar lainnya, masyarakat sudah sangat terbiasa, bahkan bergantung pada teknologi informasi ini. Sementara masyarakat pedesaan, karena letak geografis, keterbatasan akses jaringan, masih melihat jaringan global sebagai hal baru.

 

Perempuan membutuhkan teknologi tepat guna, termasuk teknologi informasi yang responsif gender dan ramah lingkungan untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Melalui akses komunikasi seperti jaringan internet, kaum  perempuan  dapat mencari informasi tentang perbandingan harga, suplai barang, informasi kesehatan, serta membangun jaringan kerja dengan pihak lain yang dapat meningkatkan omset usaha serta lingkup usaha hingga ke skala nasional dan internasional.

 

Terkait dengan perlindungan perempuan dan anak, informasi yang didapat dan data soal trafiking dan kekerasan terhadap anak via internet akan menjadi informasi berharga buat kaum ibu dan masyarakat, sehingga sang ibu dapat memberikan edukasi lanjutan kepada anggota keluarganya, terutama anak-anaknya, soal bahaya kekerasan terhadap anak melalui internet. 

 

Untuk itu KPP & PA merasa perlu untuk memberikan fasilitasi dan advokasi serta sosialisasi terkait pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, khususnya Teknologi Informasi Komunikasi. Bekerjasama dengan Kominfo, KPP&PA telah membuat modul pelatihan untuk ibu-ibu, yang sudah mulai dicoba di Pekalongan, Palembang dan juga Nusa Tenggara Timur untuk tahun ini.

Selain memiliki sisi positif, kemajuan teknologi komunikasi dan informasi juga memiliki dampak buruk yang cukup mengkhawatirkan dengan maraknya trafiking, kekerasan, dan lain-lain. Apa pandangan Ibu dan kebijakan yang dibuat untuk menyikapi hal tersebut?

 

Yang harus diawasi dan pahami dampak negatifnya seperti penipuan, pencurian data lewat internet, dan lain-lain. Pemahamannya adalah bahwa kita harus waspada dan  jangan mudah percaya begitu saja dengan tawaran bisnis dan penjualan barang lewat dunia maya, termasuk tawaran yang mengarah pada trafiking.

 

Dengan demikian, baik Pemerintah maupun masyarakat sama-sama memiliki tanggungjawab untuk mengangkat dan mengoptimalkan sisi positif dari penggunaan teknologi komunikasi dan informasi. Serta bertanggung jawab untuk menekan segi negatif penggunaan teknologi informasi komunikasi tersebut.

 

Perubahan sosial budaya yang sangat cepat juga berpengaruh terhadap ketahanan keluarga. Apa pandangan ibu perihal ini, dan upaya-upaya apa sajakah yang dilakukan KPP-PA?

 

Sistem sosial budaya merupakan bagian mendasar dari kehidupan manusia di mana konstruksi sosial budaya berpengaruh kuat terhadap pembagian peran dan relasi gender laki-laki dan perempuan. Karenanya, KPP&PA merasakan perlunya membuat program yang berkaitan dengan aspek sosial budaya. Sistem sosial budaya  merupakan ranah yang sangat strategis dalam upaya melakukan proses-proses pemberdayaan termasuk dalam keluarga. Jika dalam sebuah keluarga mempunyai kultur kesetaraan maka akan semakin kuat ketahanan keluarga tersebut. KPP & PA telah mengeluarkan Strategi Nasional Sosial Budaya untuk Mewujudkan Kesetaraan Gender yang diharapkan dapat memberikan penyadaran sosial, bahwa pembangunan pemberdayaan perempuan merupakan sebuah komitmen nasional untuk membangun sumber daya manusia secara optimal.  Selain itu, juga melakukan sosialisasi tentang nilai-nilai pekerti luhur budaya bangsa kepada semua organisasi masyarakat dan stakeholder dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga yang pada akhirnya diharapkan akan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia menjadi SDM yang unggul. Suatu upaya yang terintegrasi dengan kebijakan dan  program tumbuh kembang anak  dan perlindungan anak.

Ditengarai bahwa banyak keluarga TKI yang sukses secara ekonomi, namun mengalami kerapuhan dalam ketahanan keluarga. Apa yang telah dan akan dilakukan KPP-PA untuk membantu mengatasi hal tersebut?

 KPP & PA telah mengeluarkan Peraturan Menteri atau Permen Nomor 20 Tahun 2010 tentang Panduan Umum Bina Keluarga TKI yang merupakan upaya daerah dan masyarakat memberdayakan ekonomi, menjaga keharmonisan, dan melindungi anak keluarga TKI. Semua itu untuk mewujudkan tercapainya ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Ruang lingkup Kebijakan Bina Keluarga TKI meliputi langkah-langkah yang diperlukan dalam melaksanakan  bina keluarga TKI yang meliputi pemberdayaan ekonomi ketahanan dan kesejahteraan  keluarga, dan perlindungan anak. Melalui program Bina Keluarga TKI diharapkan dapat menjadi sarana pencapaian percepatan upaya-upaya yang bertujuan untuk  pemberdayaan dan perlindungan perempuan tenaga kerja serta upaya-upaya yang bertujuan mendukung tumbuh-kembang dan perlindungan anak. 

Ibu dikenal sebagai tokoh yang cinta tanah air dan memiliki semangat NKRI yang sangat luar biasa. Sebagai Menteri yang memiliki tugas untuk tumbuh kembang dan perlindungan anak, apa gagasan Ibu agar semangat NKRI dapat diajarkan kepada anak-anak bangsa? Upaya apa saja yang harus dilakukan agar orangtua (ayah dan ibu) dapat meningkatkan kualitas pola asuh agar anak-anak dapat tumbuh kembang menuju kepada kemajuan sesuai tuntutan perubahan jaman, namun tidak menjadi kehilangan jati diri sebagai anak Indonesia.

 

Persoalan tumbuh kembang dan perlindungan anak tidak bisa diatasi hanya oleh Pemerintah, tetapi juga menuntut adanya peran keluarga, masyarakat, dan dunia usaha. Semua pihak harus saling bahu membahu dan bermitra dalam mengatasi berbagai permasalahan anak di Indonesia. Dan nilai-nilai kesatuan dan persatuan harus terus ditumbuhkembangkan ditengah-tengah masyarakat, sehingga kebersamaan dalam mengatasi masalah menjadi kebutuhan bagi masyarakat. NKRI merupakan harga mati bagi seluruh rakyat Indonesia, karenanya harus dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan rasa cinta kepada tanah air. Melalui kegiatan mendongeng, membuat dan membaca cerita rakyat, lomba menyanyi lagu daerah dan perjuangan, melestarikan dolanan tradisional, dan berbagai kegiatan lain, diharapkan  dapat mendorong berbagai upaya membangun cinta tanah air. Anak-anak Indonesia diharapkan menjadi anak yang maju berdasarkan kemampuan mengelola teknologi namun tetap bangga dan mencintai budaya dan tanah air Indonesia, dan tentunya diharapkan  tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.  Dalam hal inilah para orangtua diharapkan dapat memperbaiki kualitas pola asuh menjadi pola asuh yang mampu membangun kemandirian dan kecerdasan anak, serta memperkuat rasa cinta dan kepedulian anak terhadap tanah air dan sesama.

 

Penutup

 Semoga hasil wawancara dengan  Ibu Linda Amalia Sari Gumelar, satu  dari  empat perempuan yang diangkat menjadi Menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II ini  dapat menjadi inspirasi bagi kita semua. Setidaknya diharapkan dapat menambah pemahaman kita semua perihal lingkup tugas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam pemberdayaan dan perlindungan bagi perempuan dan anak yang sangat kompleks,  serta membutuhkan komitmen politik yang kuat serta dukungan peranserta masyarakat.

 

*) ditulis oleh Pinky Saptandari untuk kolom Tokoh Majalah Warta Sosial BK3S Jawa Timur.

 

 


 

 

Tinggalkan Balasan