Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2012

Tugu Pahlawan Surabaya yang berlokasi di Jl. Tugu Pahlawan Surabaya dan merupakan salah satu tempat bersejarah pada hari Sabtu, 07 Juli 2012  tampak begitu semarak dengan kehadiran ratusan anak-anak. Mereka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2012 yang diprakarsai oleh BKKKS Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Yayasan BK3S Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya dan masyarakat peduli kesejahteraan anak dengan mengadakan berbagai lomba untuk anak-anak dengan tema  “Anak Indonesia yang Sehat, Berprestasi dan Berakhlak Mulia.”

Peserta kegiatan tersebut diikuti lebih kurang 500 anak-anak dan undangan dari organisasi anak disekitar Kota Surabaya, mereka berpartisipasi dalam lomba-lomba yang diadakan, yakni lomba menghias dan melukis caping, lomba deklamasi, dan berbagai pentas seni. Peserta acara tersebut tidak hanya anak-anak dari Panti Asuhan saja yang larut dalam kegembiraan ini, akan tetapi juga anak-anak dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) dan anak jalanan. Antusiasme tak hanya tampak pada para peserta juga para pengunjung Tugu Pahlawan.

Dari beberapa penampilan karya seni terdapat salah satu penampilan yang cukup membuat bangga saat anak-anak dari Pondok Sosial Kalijudan membawakan nyanyian yang memberikan bukti bahwa meski memiliki keterbatasan fisik, tetapi mereka tidak akan pernah terhambat dalam berkreasi khususnya dalam bidang seni.

Selain acara pentas seni dan perlombaan, terdapat acara pengenalan kembali permainan tradisional kepada para nakan-anak. Acara ini untuk mengingatkan kembali pada anak-anak tentang bermacam-macam permainan tradisional.

Dalam acara permainan anak tradisional tersebut disiapkan berbagai macam permainan tradisional diantaranya, permainan gasing, ular tangga, gobak sodor, engkle, ular naga dan dakon.  Setiap permainan dibagi-bagi, sehingga semuanya bisa ikut andil dan mencoba permainan-permainan tradisional yang ada.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan dan mengembangkan kreativitas anak-anak. Disini juga diharapkan, generasi muda tumbuh sebagai generasi yang jujur, berprestasi dan kreatif sehingga menjadi lebih unggul.

Sebelum acara pengenalan anak-anak pada permainan tradisional, dimulai dengan pelepasan ratusan burung yang mengajarkan anak-anak jika mereka tidak boleh menyakiti binatang dan harus membebaskan mereka hidup di alam bebas.

Anak-anak sangat antusias mencoba segala permainan tradisional yang ada. Meskipun mereka saat ini sudah sangat banyak berbagai macam permainan yang canggih, tetapi mereka tetap tertarik dan terlihat menikmati setiap permainan tradisional.

Pada akhir kegiatan ini telah terpilih 20 pemenang untuk seluruh kategori lomba. Masing-masing 10 untuk lomba menghias caping dan lomba deklamasi puisi. Mereka yang menang dalam lomba tersebut akan mendapatkan uang pembinaan dan peralatan sekolah. (redaksi)

Beri rating artikel ini!
Tag:

Tinggalkan Balasan