Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2015

Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2015Hari Disabilitas Internasional (HDI) menjadi hari raya para disabilitas di seluruh dunia. BKKKS Jatim sebagai orsos koordinatif tingkat propinsi memfasilitasi penyelenggaraan HDI untuk semua Disabilitas (lintas kecacatan dan lintas organisasi) agar bisa terbina kebersamaan diantara mereka, Bapak Tjuk KS, Ketua Badan BKKKS.

 

Mengusung tema, “Melalui Undang-Undang Penyandang Disabilitas kita wujudkan masyarakat inklusi” , acara HDI tahun 2015 yang diselenggarakan BKKKS dilaksanakan pada tanggal 5-6 Desember 2015 bertempat di seluruh area kompleks gedung BKKKS. Acara rutin tahunan yang diselenggarakan ini untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional 2015 yang jatuh setiap tanggal 3 Desember diperingati di setiap belahan dunia.

“ Dengan semangat relawan sosial, suka rela, berdedikasi , tidak mengharap imbalan dan profesional ” menurut Bapak Tjuk mendefinisikan arti relawan sosial, acara Hari Disabilitas Internasional 2015 diselenggarakan melalui rangkaian kegiatan yang panjang. Seminar sebagai bentuk sosialisai untuk insan disabilitas, lomba menghias toples, malam keakraban, jalan sehat bersama 2000 insan disabilitas, touring Disable Motorcycle Indonesia (DMI), lomba ketangkasan & safety riding motor roda tiga untuk insan tunadaksa, pemeriksaan kesehatan gratis, lomba menghias stand terbagus, dan pentas seni yang diikuti berbagai insan disabilitas.

Seminar Inklusi Sektor Jasa Keuangan Bagi Insan Disabilitas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BPR Jatim Bank UMKM Jatim

Dimulai dengan seminar yang diselenggarakan tanggal 5 Desember pukul 09.00 diikuti 100 peserta , mengusung tema “ Seminar Inklusi Sektor Jasa Keuangan Bagi Insan Disabilitas” oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BPR Jatim Bank UMKM Jatim. Seminar ini dibuka oleh ketua umum BKKKS Bapak Tjuk Kasturi Sukiadi dan sambutan oleh Direktur OJK Bapak Bambang Wijanarko , Direktur Pengawasan Bank Kantor Regional 3 Jatim Bali Nusa Tenggara. Narasumber pertama dari OJK Ibu Inggit Mawarsih P.Sip, Sub Bagian Edukasi & Perlindungan Konsumen dan narasumber kedua, Bapak H. Bambang Rushadi, Direktur Pemasaran BPR Jatim. Acara yang dimoderatori Ibu Vika Wisnu ini berlangsung sangat atraktif , antusias audience yang terdiri dari berbagai insan disablitias terlihat dari banyaknya yang ingin bertanya kepada narasumber yang ahli dibidangnya. Dan yang paling penting adalah seminar ini sebagai bentuk sosialisasi bahwa setiap insan disabilitas mempunyai hak dilayani dalam jasa keuangan, dan mendapat fasilitas penunjang dengan ke-disable-annya. Selain itu, yang menarik juga pihak BPR Jatim ikut mendukung semangat wirausaha insan disabilitas dengan memberikan pinjaman lunak untuk mendukung usaha mandiri disabilitas, nah… ayukk yang mau memajukan usahanya untuk menambah modal ataupun memulai usaha bisa langsung segera menghubungi pihak BPR Jatim. Sebagai bentuk keseriusannya mendukung teman-teman disabilitas, BPR Jatim membukakan rekening untuk 11 orang disabilitas, yang serah terimanya dilangsungkan saat rangkaian prosesi jalan sehat keesokan harinya.

Lomba menghias toples

Sementara seminar dilangsungkan, lomba menghias toples Parents support pun diselenggarakan. Seminar ini diikuti oleh insan disabilitas tunarungu-wicara, down syndrome, cerebral palsy dan daksa. Dibantu oleh orangtuanya dan pendamping , kerjasama yang dihasilkan dalam lomba ini menjadikan para juri yang terdiri dari Ibu tuti Rofiati, Ibu Tjuk dan ibu Ami sulit menentukan hasil karya yang terbaik karena semuanya sangat bagus. Pada akhirnya pemenang pun diumumkan, hadiah juara di dukung oleh hotel shangrilla , eits.. tetapi tidak perlu kuatir karena semua peserta tetap mendapat hadiah hiburan.

Malam keakraban

Dimalam hari diselenggarakan acara malam keakraban. Diikuti 750 peserta insan disabilitas. Acara ini diselenggarakan atas dasar need assessment yang telah dilakukan sebelumnya. Setiap tahun teman-teman yang jarang berkumpul dipertemukan diacara ini, semacam gathering bertukar kabar, maka dibuatlah acaranya yang santai tapi penuh makna dengan setting outdoor diisi oleh beberapa pertunjukan yang menghibur. Acara yang mengusung inti kekeluargaan sesama insan disabilitas dan terciptanya inklusi , dari kita untuk kita. Maka acara yang berlangsung meriah dan santai ini dimeriahkan oleh banyaknya sudut angkringan makanan yang dibawa sendiri sebagai bentuk dukungan partisipasi acara malam keakraban. Ada pojok jagung bakar, pojok pentol/cilok dan lekker, Disable motor cycle (DMI) ikut membuat pojok angkringan sendiri menyediakan makanan ringan beraneka ragam, pojok aneka sate tahu-tempe bacem-ketan bakar dipersembahkan oleh Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Surabaya, tak mau kalah juga, HWDI Kediri, malang, Pasuruan dan Lamongan membawa berbagai macam panganan daerah untuk disajikan dan dimakan bersama-sama. Semuanya gratis….. J

“Kami ingin ikut bersama-sama menikmati malam keakraban, semuanya dari kita untuk kita, teman-teman daerah membawa berbagai macam makanan”, ujar Ibu Isna anggota HWDI Surabaya yang memberikan ide potluck membawa aneka macam makanan ini.

Acara ini juga di bawakan oleh pemandu acara (mc) dari insan disabilitas. ALfian, insan tunanetra berumur 18 tahun bersama ibu isna Insan tunadaksa membawakan acara, semakin guyup ditambah pertunjukan joget yang dipersiapkan teman-teman Gerkatin cukup membawa suasana semakin meriah, karena setelah itu diadakan lomba joget. Semuanya ingin naik ketas panggung untuk mengikuti lomba, wah… ternyata insan disabilitas sangat tertarik dan memiliki bakat spesial. Juri yang diminta tolong untuk menilai, Bapk tjuk, Ibu tjuk dan ibu ami sempat bingung memilih. Akhirnya semuanya senang mendapat banyak hadiah hiburan yang dibagikan membuat malam semakin akrab. Saking asiknya, tak terasa lagu-lagu yang dibawakan Komunitas Mata Hati (KMH) sebagi pengisi acara dan beberapa insan disabilitas yang ingin menyumbangkan bakat seni suaranya membuat acara berakhir sampai pukul 22.30 malam dan harus ditutup karena keesokkan harinya harus bersiap untuk melakukan rangkaian aktvitas HDI yang lain. Ditutup dengan bernyanyi bersama-sama lagu kemesraan. Ya..benar sekali…. kemesraan ini janganlah cepat berlalu….

Jalan sehat, Pemeriksaan kesehatan gratis & lomba menghias stand terbaik

 

Insan disabilitas yang telah berkumpul di halaman BKKKS berjumlah 2000 orang mengikuti rangkaian prosesi sebelum memulai keberangkatan. Diikuti juga puluhan motor roda tiga milik insan tuna daksa yang akan mengikuti Touring city tour setelah selesai touring mereka akan melanjutkan dengan lomba ketangkasan & safety riding motor roda tiga di halaman gedung BKKKS. Para peserta yang berjumlah ribuan ini tidak hanya pulang dengan membawa tangan kosong, karena berbagai hadiah utama doorprize maupun hadiah hiburan yang jumlahnya sangat banyak dan menarik dukungan sponsor acara telah menunggu. Sebut saja antara lain hadiahnya adalah kulkas, mesin cuci, payung, radio, dan lain-lain.

Setelah mengikuti jalan sehat, para peserta menikmati sajian konsumsi sarapan dan menikmati hiburan musik oleh insan tunanetra dari panggung gembira yang ada di halaman. Begitu juga yang ingin memeriksa kesehatan gratis dipersilahkan dan semuanya gratis.

Rangkaian kegiatan ini juga diikuti oleh 44 stand bazaar , juga penjualan baju dan barang-barang second yang masih sangat layak pakai dan bagus. Melalui rangkaian kegiatan HDI ini , BKKKS tidak lupa untuk mempersilahkan teman-teman disabilitas daerah untuk membawa hasil karya, baik itu makanan dan barang hasil kerajinan untuk dipamerkan dan dijual. Antusias pertukaran dagang yang terjadi juga sangat memuaskan, terbukti terkumpul kurang lebih Rp 12.000.000,- hanya dalam waktu 4 jam saja. Lihat, betapa potensi dan semangat wirausaha insan disabilitas patut didukung penuh berbagai sumber. Atas usul teman disbailitas, dan untuk menyemangati peserta pameran, maka untuk tahun ini diadakan lomba stand terbaik. Melalui tangan dingin juri yang terdiri dari Ibu sutardjo, Ibu tjuk, Ibu Tuti. Dan.. selamat untuk pemenang J

Pentas seni yang diikuti berbagai insan disabilitas

Salah satu peran penting BKKKS menyelenggarakan kegiatan rangkaian HDI adalah sebagai wadah bagi insan disabilitas untuk mempertunjukan potensi yang ada melalui kesempatan berkarya dalam pentas seni. Pada kesempatan kali ini ada 24 pentas seni dipersembahkan oleh sekolah luar biasa maupun komunitas disabilitas yang terdiri dari seni menari, pantonim, seni suara, bermain music elektronik, musik patrol/ perkusi, Peragaan busana, modern dance, traditional dance, Qasidah dan puisi. Rangkaian kegiatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2015 ditutup dengan berakhirnya kegiatan pentas seni.

“ Bermakna sebagai upaya mensosialisasikan keberadaan mereka bahwa mereka ada diantara kita , turut membangun masyarakat yang berintegritas. Makna bagi insan disabilitas sendiri adalah ajang temu teman. Temu komunitas, temu pendapat, beraktualisasi – kami ada dan kami bisa- serta sharing pengalaman “, menurut Ibu ketua panitia HDI 2015, Farida Martarina memaknai peringatan HDI. Maka acara HDI akan terus diselenggarakan setiap tahunnya dengan semangat kerelawanan dan bantuan relawan sosial.

Tag:

Satu Respon

  1. author

    khoirul1 tahun ago

    bkkks jatim adakah agenda untuk tahun ni?

    Balas

Tinggalkan Balasan