Yayasan BK3S Jawa Timur dan BKKKS Jawa Timur pentaskan ludruk “Cak Durasim Sang Pahlawan”

Yayasan BK3S Jawa Timur dan BKKKS Provinsi Jawa Timur bersama Yayasan Seni Surabaya (YSS) menggelar pementasan ludruk bertajuk “Cak Durasim Sang Pahlawan” yang dilaksanakan di gedung Yayasan BK3S Jawa Timur Jl. Raya Tenggilis GG 10 Surabaya pada hari Kamis, 29 Agustus 2019 yang dihadiri ratusan pecinta ludruk dari Surabaya dan sekitarnya.

Kegiatan ini digelar dengan tujuan melestarikan dan mempertahankan eksistensi kesenian khususnya ludruk di Surabaya, selain itu juga dalam rangka merayakan HUT ke 43 Yayasan BK3S Jawa Timur dan juga sebagai momentum akan titik kebangkitan Yayasan Seni Surabaya pasca sepeninggal ketuanya.

Dipilihnya lakon Cak Durasim dalam pergelaran ludruk kali ini bermaksud mengambil sisi positif dari heroiknya perjuangan Cak Durasim dalam menyikapi kehadiran tentara Jepang di Kota Surabaya dan menjadi salah satu cerita kebanggan rakyat Suroboyo.

“Bakupon omah e doro, melok Nippon tambah soro”. Melalui kidung tersebut, ternyata mampu membangkitkan gairah semangat arek-arek Surabaya untuk tidak terlena rayuan Nippon (Jepang). Selain itu warga Surabaya tentu tidak asing lagi dengan nama Cak Durasim karena namanya diabadikan menjadi taman budaya Jawa Timur.

Ludruk ini merupakan pergelaran ke-9 untuk naskah dengan judul yang sama. Pergelaran serupa sebelumnya telah digelar di antaranya di Jakarta, Yogyakarta, Madiun dan Malang. Pementasan Surabaya akan banyak mengalami perubahan dari segi blocking, Tari Remo, dan pengisi acara yang lain.


Pergelaran ini melibatkan 50 seniman dari anak-anak hingga dewasa. Akan ada beberapa bagian naskah yang dikorelasikan dengan perkembangan yang ada di masyarakat, seperti penggunaan lampu LCD dan pelambangan di beberapa adegan naskah yang menggambarkan kehidupan masyarakat Surabaya. Pertunjukan ini digelar dengan harapan generasi muda dapat mencontoh semangat dari parikan Cak Durasim untuk tidak melepaskan identitas Arek Suroboyo, keberlangsungan kebudayaan dan kesenian nusantara mampu dipegang teguh, dan terimplementasi dalam nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara oleh generasi penerus.

Bapak DR. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE dalam sambutan menyampaikan bahwa ia menerima curhatan sekaligus dorongan banyak pihak, terutama komunitas Pecinta Ludruk Surabaya untuk melaksanakan gelar pentas Ludruk di Gedung Yayasan BK3S Jawa Timur untuk pertama kali, beliau menyampaikan kalau Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara ini telah dipayungi oleh Yayasan Seni Surabaya yang diketuai oleh Prof.Dr. Sutanto, SH.MH.
Sementara dalam sambutannya sebagai Ketua Umum BKKKS Provinsi Jawa Timur Ibu DR. Pinky Saptandari W, MA. menyampaikan kritikan terhadap kebijakan Pemerintah yang telah tanpa ada empati dan simpati tega mengusir komunitas Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara dari habitatnya, yaitu Gedung Kesenian THR Surabaya. Kita berharap dan berdoa walikota Surabaya yang akan datang adalah “WAGINI” yakni Walikota Gila Seni, sehingga Seniman Surabaya, termasuk komunitas Seni Ludruk, mestinya malah didukung, difasilitasi untuk maju dan mengembangkan seni dan budaya tradisi Arek Suroboyo. Selain itu ludruk dapat melibatkan semua generasi, mulai generasi muda sampai senior dan yang paling muda duduk di bangku kelas III SD, sedangkan yang paling senior berusia 72 tahun. Semoga pementasan ini dapat meningkatkan rasa cinta terhadap kesenian ludruk.

Tag:

Tinggalkan Balasan