Sosialisasi Kesehatan Dan Gizi Bagi Para Lansia

Dalam rangka Hari Lansia Nasional (HALUNAS) tahun 2012, BKKKS Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan serangkaian kegiatan pada peringatan HALUNAS tahun 2012 yang telah dilaksanakan puncaknya pada tanggal 26 Mei 2012 di Gedung Yayasan BK3S Jawa Timur, Jl. Raya Tenggilis Blok GG No.10 Surabaya.

Sosialisasi Kesehatan dan Gizi Lansia yang dilaksanakan pada hari Rabu, 09 Mei 2012 di gedung Yayasan BK3S Jawa Timur, Jl. Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya merupakan salah satu program kegiatan dari Pokja Lansia BKKKS Provinsi Jawa Timur yang pelaksanaannya dikaitkan dengan acara memperingati Hari Lansia tahun 2012, jadi kegiatan sosialisasi mengawali kegiatan hari lansia tahun 2012.

Pada acara sosialisasi tersebut diikuti + 100 orang yang terdiri dari 15 orsos lansia masing-masing 2 orang dan 15 Karang werdha  masing-masing 2 orang dan 25 orang pendamping lansia Home Care Tenggilis Mejoyo yang memberi pelayanan para lansia disekitar Kelurahan Tenggilis Mejoyo, juga diikuti para Pengurus dan Pembina Home Care.

Acara dimulai dengan pendaftaran peserta sekitar jam 08.30 dan jam 10.00 dibuka oleh ketua Umum BKKKS Jatim. Dalam sambutan beliau menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan lansia, menurut beliau setiap orang akan menjadi tua, oleh karena itu kita harus mempunyai cita-cita yaitu muda bersuka cita, tua hidup bahagia dan masuk surge kemudian kita harus siap dan ikhlas dipanggil yang maha kuasa yaitu Allah SWT.

Jangan sampai kita tua terus masuk rumah sakit, kesehatan kita harus kita jaga dan makan harus dijaga, ternyata betul bila makan kita sehat maka kita percaya bisa mencapai umur panjang, saya sekarang berusaha untuk menata makan kita supaya berat badan seimbang dengan metode natural food green dengan mengatur pola makan kita dengan baik dan teratur sehingga berat badan saya bisa turun + 9 kg dalam waktu 3 bulan, jadi pola makan sangat berpengaruh pada kesehatan/kebugaran seseorang.

Para rekan-rekan Karang Werda, Orsos lansia dan para pendamping Home Care, BKKKS Provinsi Jawa Timur mempunyai contoh percobaan pelayanan lansia yang berbasis masyarakat dan keluarga yaitu Home Care lansia di Tenggilis Mejoyo, program ini sudah berjalan 3 tahun, Home Care lansia yang berbasis masyarakat dan keluarga dalam pelayanannya memanfaatkan relawan masyarakat sebagai pendamping dan para keluarga sendiri harus bertanggung jawab kepada orang tuanya/lansia. Program ini lebih murah dan mudah bila dibandingkan dengan system panti sosial dan Home Care adalah model yang paling cocok untuk menangani dan melayani lansia yang tidak potensial.

Selanjutnya acara sosialisasi didahului dengan pembicara pertama yaitu Prof. DR. Marlena. SPJ dari Sub Komite Geriatri RSUD dr. Soetomo Surabaya. Menurut beliau jadilah kita semua sebagai lansia primadona yaitu penuaan yang sukses (successful aging) artinya                            menjadi tua yang :

  1. Mandiri : mandiri fisik aktifitas semaksimal mungkin, mandiri psychis bila ada masalah ada pemecahannya (solusinya), mandiri sosial tidak tergantung pada orang lain, ceria, nudah beradaptasi, daya juang besar, tenang, suka menolong, intropeksi, inofatif dan daya kasih sayang.
  2. Produktif : punya keahlian, ketrampilan, suka menolong, menjadi tumpuan baik keluarga, masyarakat handai taulan.
  3. Beriman dan bertaqwa, hidup penuh makna (tutur, sawur, sembur) selaras dengan kehidupan beragama hidup seolah olah akhir hayat, mendekat pada Allah SWT, perbanyak amal ibadah.

Selanjutnya beliau mengatakan upaya dari sudut spiritual, hidup penuh makna, siapkan surat wasiat, hidup harus selaras dengan kehidupan beragama, selesaikan tugas dunia sebagai spiritual terapi. Upaya dari sudut sosial pertahankan kwan lama jangan ditinggalkan karena bisa untuk curhat mengurangi beban jiwa, solusi terpenting ngobrol untuk memberikan fungsi otak agar tetap ceria berperan.

Sebetulnya walau kita tua yang muda masih membutuhkan misalnya : jadi penasehat, Pembina, pengurus yayasan sosial atau jadi RT/RW atau Ketua Pengajian. Disamping itu para orang tua masih tetap terpakai secara eksklusif yaitu memberi tutur, sawur dan sembur, sehingga kalau kita mati tetap dikenang kebaikan dan jasanya sehingga kita didoakan. Jalan kunci untuk menuju surge hidup seolah olah akhir hayat, mendekat kepada Allah SWT serta perbanyak amal ibadah karena kehidupan tidak bisa diputar kembali. Hanya pengampunan dari yang pernah tersakiti terutama dan pengampunannya yang kita pintakan.

Acara selanjutnya pada sosialisasi tersebut diberikan juga penjelasan tentang gizi terutama bagi para lansia dan kepada peserta yang member pelayanan kepada para lansia dan mereka yang pra lansia yang hadir sebagai peserta. Penyampaian mengenai gizi dan kesehatan lansia disampaikan oleh dr. Novira Widayanti dr. Sp.PD juga dokter Komite Geriatri RSUD. Dr. Soetomo Surabaya mengatakan bahwa orang dikatakan sehat menurut UU No. 26 Tahun 2009 tentang kesehatan ialah keadaan sehat jasmani, rohani, sosial dan hidup produktif secara sosial dan ekonomi secara mandiri dan aktifitas dikerjakan sendiri tanpa bantuan orang lain.

Oleh karena setiap orang lansia perlu mempunyai cita-cita menuju usia sehat (Healty Aging) untuk itu hindari pola hidup tidak sehat, gizi harus seimbang, melakukan aktifitas fisik dan olahraga serta pemeriksaan kesehatan secara teratur/berkala.

–       Gaya hidup tidak sehat misalnya makanan tinggi kolesterol penyebab obesitas dan diabetes mellitus.

–       Makanan tinggi lemak Hiperlipidemi, makanan tinggi garam penyebab Hypertensi, makanan rendah serat penyebab kanker usus, makanan kurang kalsium penyebab osteoporosis dan menggunakan bahan perasa, penyedap, pengawet, pewarna buatan adanya radikal bebas adalah tidak baik bagi para lansia.

–       Sedangkan gizi seimbang bagi lansia adalah konsumsi makanan yang cukup dan simbang akan bermanfaat bagi lansia terutama yang tidak terkena penyakit-penyakit degenerative atau penyakit lainnya.

Masalah gizi pada usia lanjut merupakan rangkaian proses masalah gizi sejak usia muda yang timbul setelah tua. Masalah gizi bagi usia lanjut yaitu masalah gizi bagi usia lanjut yaitu masalah gizi kurang atau gizi lebih. Kegemukan memacu timbulnya penyakit degenratif (penyakit jantung koroner, hipertensi, DM, rematik dll).

Melakukan aktifitas fisik dan olah raga yang dapat dilakukan usia lanjut yaitu melakukan pekerjaan rumah, berjalan jalan, jogging atau lari lari kecil, senam lansia dan dimungkinkan berenang, aktifitas ini merupakan gerakan tubuh yang meningkatkan pengeluaran tenaga dan energy, olah raga akan meningkatkan kebugaran jasmani tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Yang lebih penting lagi pemeriksaan kesehatan berkala dan teratur, pemeriksaan kesehatan berkala akan mengetahui kesehatan dini, mengetahui kelainan-kelainan secara dini, megobati sesegera mungkin memperoleh informasi tentang apa yang seharusnya tidak boleh dan bagaimana melakukannya. Kita semua ingin menjadi lansia hidup bahagia dengan :

–       Menghindari berat badan yang berlebihan.

–       Mengatur makanan seimbang.

–       Mempunyai kegiatan-kegiatan hobi yang bermanfaat hingga masih berguna.

–       Gerak badan teratur, iman dan taqwa ditingkatkan, memeriksa kesehatan secara teratur.

Terakhir penjelasan dari dokter Frida Dwi Wahyuni, SKM. Beliau mengatakan bahwa makanan dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan, karena dalam makanan terdapat zat-zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan kegiatan metabolism. Perubahan fisiologis yang terjadi pada lansia sangat berpengaruh pada asupan gizi yang dibutuhkan makanan adalah sumber-sumber tenaga, sumber zat pembangunan, sumber zat pengatur karena itu dalam kita makan harus memperhatikan gizi seimbang yaitu mengandung gizi beraneka ragam, mengandung kalori yang dikonsumsi 50% dari karbohidrat komplet (sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian) jumlah lemak dibatasi tinggi serat, kalsium, zat besi, membatasi penggunaan garam, bahan makanan yang baik adalah bahan makanan segar dan mudah dicerna hindari bahan makanan yang mengandung alcohol makan makanan yang mudah dikunyah, ditelan dan dicerna.

Demikian beberapa sosialisasi tentang kesehatan dan gizi lansia, bila hasil ini betul-betul diterapkan dan dilakukan Insya Allah semua lansia akan tetap sehat dan produktif, mandiri, cita-cita lansia sehat, bahagia dan masuk surga yang merupakan cita-cita primadona para lansia akan tercapai. Pada kesempatan tersebut diadakan Tanya jawab tapi karena waktu sangat terbatas maka hanya beberapa lansia yang diberi kesempatan. Nampaknya para peserta sangat tertarik oleh kesehatan dan gizi dari RSUD dr. Soetomo Surabaya, karena sangat jelas dan mudah diterima oleh para peserta yang rata-rata juga lansia, akhir acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Prof. Dr. Ir. Soenarjo, M. Pd. (Ibu Ami & Ibu Tjuk)

Beri rating artikel ini!
Tag:

Tinggalkan Balasan