Profesor DR. dr. Roem Soedoko, Sp. PA.

KESEHATAN BUKAN SEGALANYA, TETAPI TANPA KESEHATAN SEGALANYA MENJADI TIDAK BERARTI.  

KEBESARAN DICAPAI BUKAN KARENA TIDAK PERNAH JATUH, MELAINKAN KARENA BANGKIT SETIAP KALI JATUH

The Queen of Cancer Control, sebuah julukan yang diberikan Yan Tsyenwart, Director of  Cancer Devision WHO  untuk  perempuan  kelahiran  Blitar, 4 Februari 1937 karena kegigihanya memberikan pencerahan pada masyarakat kecil tentang pentingnya menjaga kesehatan terutama bagi perempuan, karena menurut Prof. Roem mendidik perempuan sama dengan mendidik bangsa dan perempuan yang maju adalah perempuan yang mampu memperkuat ketahanan keluarganya.

 

Roemwerdiniadi Soedoko, sering disebut sebut sebagai perempuan kedua yang menaruh perhatian terhadap penyakit kanker setelah Hillary Clinton, tidak pernah meminta biaya ketika berkampanye tentang program program kanker, bahkan tak pernah menghiraukan lokasi ataupun dengan siapa beliau berbicara.  Perjalanan dari pulau pulau kecil termasuk pedalaman yang susah dijangkaupun pernah dilaluinya demi penanggulangan penyakit kanker

 

Ketertarikan lulusan Fakultas Kedokteran Unair tahun 1965, pada penyakit kanker bermula dari keprihatinannya terhadap pasien kanker. Sebagai spesialis patologi anatomi, beliau sering mendapat tugas penelitian specimen penyakit yang diambil dari tubuh penderita kanker. Dari situlah diketahui kalau sebagian besar bahkan hampir seratus persen penderita kanker datang ke Rumah Sakit dalam keadaan parah atau stadium lanjut. Ironisnya kebanyakan penderita kanker, berasal dari kalangan menengah kebawah dan akhirnya meninggal karena terlambat berobat.  Melihat kenyataan itulah, perempuan yang berprinsip kesehatan  bukan segalanya tetapi tanpa kesehatan segalanya menjadi tidak berarti, terketuk hatinya dan bersama Prof. dr Asmino Sp.R,  Prof. DR. dr IDG Sukardja Sp.BONK.FICS dan Prof. dr Soebandiri, Sp.PA (K)  mendirikan Yayasan Kanker Wisnuwardhana pada tahun 1969.  Sebuah yayasan  yang bertujuan menyelamatkan jiwa, mengurangi penderitaan dan penghematan dana dengan cara mengedukasi masyarakat awam melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan papsmear dengan biaya terjangkau.  Bagi Prof Roem, Penanggulangan kanker akan lebih sempurna bila mengikut sertakan seluruh lapisan masyarakat, Pemberian ASI sangat berguna bagi pertumbuhan bayi dan mengurangi resiko mendapat kanker payudara. Melalui Yayasan Sosial Kemanusiaan inilah Prof Roem benar benar mendedikasikan seluruh hidupnya hingga akhir hayat.

 

Perjuangan Prof Roem didukung sepenuhnya oleh suaminya dr Soedoko Sidohutomo Sp. PA. dan ke empat buah hatinya : DR Ananto Sidohutomo MARS, dr Arsitawati Soedoko, MAHM, dr Armanto Sidohutomo, Sp.M (K) dan dr Arsanto Sidohutomo. Ditengah  kesibukan beraktivitas, Prof Roem tetap berupaya menjalankan perannya sebagai ibu, karena bagi Prof. Roem keluarga adalah “mutiara hatinya“ sesibuk apapun, ibu selalu meluangkan waktu untuk anak anaknya, selalu memantau  bahkan untuk mengambil rapot, ibu rela mengesampingkan segala kepentingannya supaya bisa mengambil raport anak anaknya, kenang  dr Armanto putra ketiga, “waktu kecil, kami bergantian menemani ibu keliling  ke daerah daerah pelosok,naik sampai pucuk gunung,mengendarai kapal nyebrang laut demi bisa bertemu masyarakat desa dan berbagai pengetahuan mereka. Penuh perjuangan,namun ibu tidak pernah mengeluh sama sekali. ibu adalah sosok yang lembut, tidak pernah marah, dan selalu menanamkan kepada kami, bahwa gagal itu tidak masalah tetapi yakinlah bahwa Tuhan sudah menyiapkan rencana yang lebih baik” imbuh Armanto.

 

Hampir setiap tahun Prof. DR. dr. Roem Soedoko, Sp. PA (K) harus pergi keluar negeri memenuhi undangan pertemuan ilmiah, saat di dalam pesawat di mamanfaatkan menulis menceritakan pengalaman  perjalanaana kepada anak anaknya, betapapun terbatasnya waktu bagi seorang ibu, anaklah yang paling penting. Cerita cerita itupun di tulis menjadi sebuah dongeng  dengan  judul  “SURAT UNTUK ANAKKU“

 

Berbagai penghargaan telah diterima seperti,  Satya Lencana Karya Satya kelas II, Penghargaan International, WHO Award di bidang “Social Medecine”,  Penghargaan  International Star For Quality (ISAQ) A ward – in the Gold Category dan masih banyak lagi.

 

ANAKKU SAYANG, Tuhan telah menciptakan manusia agar manusia hidup selamat dunia akhirat, Tuhan telah memberikan tuntunan yang tertuang dalam Kitab Kitab Suci dan Kitab Suci Al Qur’an untuk yang beragama Islam. Oleh karena itu anaku, betapapun banyaknya buku yang nanti akan kau punyai dan kau baca, janganlah lupa bahwa Al Qur’an hendaknya selalu bacaan pertama dan Utama.

 

Di rangkum dari berbagai sumber.

Beri rating artikel ini!
Tag:

Tinggalkan Balasan